POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri yang membidangi sektor ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026).

Pertemuan tertutup tersebut digelar menjelang agenda perundingan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari konsolidasi pemerintah sebelum memasuki pembahasan strategis dengan pihak AS, termasuk yang dikaitkan dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: Prabowo Klaim Efisiensi Anggaran Tembus 4 Kali Lipat dari 2024, MBG Jadi Fokus Utama

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya menjaga kepentingan nasional dalam setiap perundingan internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @Sekretaris.kabinet.

“Presiden menegaskan beberapa hal, memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapa pun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat, adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” ujar Teddy, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com.

Baca Juga: Heboh Bahlil Turun Nyaleg, Ternyata Segini Gaji DPR yang Menggiurkan hingga Jadi Sorotan Publik!

Menurutnya, Kepala Negara ingin agar hasil negosiasi tidak hanya bersifat diplomatis, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian nasional.

Salah satu fokus utama adalah peningkatan produktivitas industri dalam negeri serta penguatan rantai pasok industri nasional di tengah dinamika global supply chain.

Prabowo juga menaruh perhatian serius pada kecepatan implementasi kebijakan.

Baca Juga: Heboh! Menkop Sampaikan Bakal Skema Baru, Iuran Kopdes Bisa Gratis Total untuk Penerima Bansos!

Ia mengingatkan agar setiap keputusan yang diambil tidak berhenti di atas kertas, tetapi segera direalisasikan demi memberikan manfaat konkret bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Presiden menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus segera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia,” kata Teddy.

Sejumlah menteri yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetio Hadi, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Kehadiran para menteri kunci sektor ekonomi ini menunjukkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan strategi komprehensif menghadapi perundingan ekonomi dengan Amerika Serikat.

Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisi tawar dalam negosiasi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga: Kanada Secara Terbuka Dukung Ali Khamenei Dilengserkan dari Pemimpin Tertinggi Iran

Pertemuan di Hambalang tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memastikan setiap kerja sama internasional sejalan dengan agenda pembangunan nasional, memperkuat industri dalam negeri.

Serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.***