POJOKSATU.id - Jelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sejumlah wilayah Indonesia diguncang gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026).

Dari Sumatera Utara hingga Nusa Tenggara Timur, aktivitas seismik terjadi dengan kekuatan yang berbeda dan menimbulkan dampak paling serius di Flores.

Gempa terbesar terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan magnitudo 7,7 pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB.

Baca Juga: Digitalisasi Bansos Diharapkan Pangkas Waktu Verifikasi dan Bebas Biaya Bagi Warga Kurang Mampu oleh Kemensos

Gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri setelah pemantauan menunjukkan ancaman tsunami besar tidak berlanjut.

Namun, bencana tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan bangunan, serta membuat ribuan warga mengungsi.

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihimpun hingga Sabtu malam mencatat sedikitnya 47 orang meninggal dunia.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada ratusan rumah dan sejumlah fasilitas publik.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Digitalisasi Bansos PKH dan Sembako Buat Perlinsos Lebih Bermartabat

Proses pencarian, evakuasi, pendataan serta penyaluran bantuan masih berlangsung karena sejumlah wilayah terdampak mengalami gangguan akses akibat longsor dan kerusakan infrastruktur.

Dampak gempa juga membuat aktivitas masyarakat menjelang perayaan kemerdekaan berubah. Di Kabupaten Sikka, sebanyak 1.179 warga mengungsi ke Stadion Gelora Samador.

Pemerintah Kabupaten Sikka juga meniadakan rangkaian upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 untuk mengutamakan keselamatan warga dan penanganan kondisi darurat.

Baca Juga: Pemerintah Percepat Langkah Strategis Pengentasan Kemiskinan Melalui Kolaborasi Sektoral

Belum selesai dampak gempa Flores ditangani, gempa kembali mengguncang wilayah Sumatera Utara pada Sabtu sore.

BMKG mencatat gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 terjadi di wilayah Simalungun sekitar pukul 17.54.52 WIB.

Guncangan gempa Simalungun dirasakan di sejumlah wilayah Sumatera Utara hingga Aceh.

Intensitas IV MMI tercatat di Sibolga dan Aceh Selatan, sedangkan getaran III-IV MMI dirasakan di Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Timur dan Langsa.

Baca Juga: Kemensos Reorientasi Tugas Pendamping Sosial untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Getaran juga dirasakan di Medan, Padang Sidempuan, Deli Serdang, Banda Aceh, Simeulue, Nias dan sejumlah daerah lainnya.

BMKG memastikan gempa Simalungun tidak berpotensi tsunami. Masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan tetap diminta tenang dan mengikuti informasi resmi, termasuk mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

Rentetan gempa tersebut terjadi ketika masyarakat di berbagai daerah tengah mempersiapkan perayaan 17 Agustus.

Baca Juga: Kemensos Gelontorkan Bantuan Logistik Miliaran Rupiah untuk Korban Gempa NTT

Di tengah suasana menjelang HUT ke-81 RI, warga di wilayah terdampak justru harus menghadapi situasi darurat, mulai dari kehilangan anggota keluarga, kerusakan rumah hingga kebutuhan untuk mengungsi.

Kondisi tersebut membuat momentum kemerdekaan tahun ini memiliki makna berbeda bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Ketika sebagian masyarakat bersiap mengikuti upacara dan berbagai kegiatan perayaan, warga di wilayah terdampak harus memusatkan perhatian pada keselamatan, pemulihan dan pencarian anggota keluarga.

Baca Juga: Liburan Hemat Pesta Rakyat, Pemprov DKI Ajak Warga Keliling Kota Naik Transportasi Publik Tarif Rp8

Pemerintah bersama tim gabungan terus melakukan penanganan di wilayah terdampak gempa Flores.

Sementara itu, masyarakat di daerah yang merasakan gempa diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menjadikan kanal resmi BMKG serta BNPB sebagai rujukan perkembangan kebencanaan. ***