POJOKSATU.id - Universitas Komputer Indonesia atau yang lebih dikenal dengan UNIKOM resmi berdiri pada Selasa, 8 Agustus 2000, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 126/D/O/2000.
Namun, perjalanan kampus teknologi ini sesungguhnya telah dimulai jauh sebelum itu, tepatnya pada Juli 1994.
Cikal bakal UNIKOM adalah Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia Jerman (LPKIG) yang berdiri di Jalan Dipati Ukur 102 Bandung.
Saat itu, fasilitasnya masih sangat sederhana: satu ruang kelas berkapasitas 50 orang dan satu laboratorium komputer dengan 25 unit perangkat.
Meski terbatas, LPKIG langsung membuka lima program pendidikan satu tahun, di antaranya Ahli Komputer Aplikasi Bisnis, Keuangan dan Perbankan, Akuntansi dan Perpajakan, Manajemen dan Pemasaran, serta Sekretaris Eksekutif.
Baca Juga: Rebutan 500 Kursi! Mudik Bersama PERURI Tujuan Semarang-Solo-Yogya Dibuka 24 Februari Jam 15.00 WIB
Tahun pertama penerimaan mahasiswa baru mencapai mencapai 233 mahasiswa.
Antusiasme masyarakat terus meningkat. Pada 1995, dibuka jenjang pendidikan tiga tahun untuk menjawab kebutuhan pendalaman ilmu.
Program studi pun bertambah, termasuk Teknik Informatika dan Manajemen Informatika.
Ruang kelas menjadi dua dan laboratorium komputer bertambah menjadi dua, dengan total mahasiswa mencapai 457 orang.
Perkembangan signifikan terjadi pada 1996 dengan penambahan gedung kuliah baru di Jalan Dipati Ukur 116, yang kini dikenal sebagai Gedung FISIP.
Gedung tersebut dilengkapi laboratorium komputer tambahan, lima ruang kuliah, ruang dosen, dan ruang kemahasiswaan.
Baca Juga: Pencairan THR ASN TNI Polri akan Diumumkan Presiden Prabowo Sepulang dari Amerika Serikat
Dalam rentang 1996 hingga 1998, jumlah mahasiswa melonjak dari 632 menjadi 1.184 orang.
Memasuki 1998, pembangunan kampus baru berlantai enam di Jalan Dipati Ukur 114 dimulai.
Gedung yang kini menjadi Kampus-1 atau Gedung Rektorat itu rampung pada Agustus 1999 dan mulai digunakan pada awal perkuliahan September 1999.
Langkah besar berikutnya adalah pembentukan Yayasan Science dan Teknologi pada 24 Desember 1998.
Yayasan ini mengajukan pendirian dua sekolah tinggi, yakni STIE IGI dan STIMIK IGI, ke DIKTI. Pada Juli 1999, STIE IGI resmi berdiri dengan lima program studi, disusul STIMIK IGI pada Agustus 1999 dengan lima program studi di bidang informatika dan komputer.
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem pendidikan, dilakukan penggabungan kedua sekolah tinggi tersebut menjadi universitas.
Baca Juga: Masjid Cipaganti Bandung, Jejak Arsitek Kolonial yang Sempat Jadi Mualaf
Enam bulan kemudian, lahirlah UNIKOM secara resmi pada 8 Agustus 2000.
Dalam SK pendiriannya, UNIKOM sekaligus mendapat izin membuka 11 program studi baru, mulai dari Teknik Komputer, Manajemen Informatika, Teknik Industri, hingga Desain Komunikasi Visual.
Sejak berdiri, UNIKOM rata-rata menerima sekitar 2.000 mahasiswa baru setiap tahun. Bahkan pada 2014, jumlah mahasiswa baru mencapai 3.108 orang.
Hingga tahun akademik 2015/2016, UNIKOM memiliki enam fakultas dan 23 program studi dengan total sekitar 15.000 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Perjalanan UNIKOM menjadi bukti bahwa institusi besar bisa tumbuh dari ruang kelas sederhana.
Dari satu laboratorium kecil di Dipati Ukur, kini ia menjelma menjadi kampus teknologi yang diperhitungkan.
Sebuah perjalanan panjang yang lahir dari visi, keberanian, dan konsistensi membangun pendidikan berbasis sains dan teknologi di Kota Bandung.***




