POJOKSATU.id — Di tengah tantangan fiskal yang menanti pemerintah tahun ini, sosok Juda Agung, Wakil Menteri Keuangan baru, menarik perhatian publik.
Bukan hanya karena posisinya strategis dalam merumuskan kebijakan anggaran, tetapi juga karena jejak pendidikannya yang panjang dan terukur.
Latar akademik itu pula yang menjadi modal awal Juda saat memasuki kursi Wamenkeu di saat APBN menghadapi tekanan defisit dan penerimaan negara yang belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Ujian Berat Juda Agung Wamenkeu Baru! Mampukah Menjaga APBN di Tengah Target Besar Pemerintah?
Perjalanan pendidikan Juda dimulai dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ia menuntaskan gelar sarjana pada 1987 di bidang Teknologi Pertanian.
Pilihan studinya saat itu memang tidak berkaitan langsung dengan keuangan negara.
Baca Juga: Harta Juda Agung Tembus Rp56 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Wamenkeu yang Baru Dilantik
Namun, fondasi sains yang ia pelajari membentuk cara berpikir sistematis yang kelak sangat berguna ketika Juda beralih ke dunia ekonomi makro.
Langkah besarnya dimulai ketika ia melanjutkan studi ke University of Birmingham, Inggris, dan meraih gelar Master of Science dalam Money, Banking and Finance pada 1995.
Program tersebut memperkenalkan Juda pada kerangka ekonomi internasional, stabilitas sistem keuangan, serta kebijakan moneter bidang yang kemudian menjadi inti kariernya.
Baca Juga: Harta Juda Agung Tembus Rp56 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Wamenkeu yang Baru Dilantik
Tak berhenti di sana, Juda kembali menempuh studi doktoral di universitas yang sama.
Pada 1999, ia menyelesaikan PhD bidang Economics, sebuah pencapaian yang mengukuhkannya sebagai teknokrat dengan latar akademik paling kuat di antara pejabat fiskal saat ini.
Dikutip pojoksatu.id dari Tempo dan Periskop mencatat bahwa gelar ini menjadi modal penting Juda selama bertahun-tahun mengabdi di Bank Indonesia.
Termasuk saat menangani isu stabilitas keuangan dan koordinasi kebijakan makroprudensial.
Kini, ketika pemerintah menavigasi defisit APBN, penurunan penerimaan pajak, hingga tekanan ekonomi global, latar pendidikan itu kembali menjadi sorotan.
Baca Juga: Harta Juda Agung Tembus Rp56 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Wamenkeu yang Baru Dilantik
Keahlian Juda dalam membaca data makroekonomi, memahami dinamika perbankan.
Serta merumuskan kebijakan berbasis riset menjadi alasan kuat mengapa ia dipilih mengisi posisi strategis di Kemenkeu.
Dengan bekal akademik dari Bogor hingga Birmingham, publik kini menantikan bagaimana Juda Agung memanfaatkan kapasitas teknisnya untuk menjaga kesehatan fiskal Indonesia di tengah tantangan besar yang ada di depan mata.***




