POJOKSATU.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap perkembangan terbaru dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby.

Dalam serangkaian penggeledahan di Kuansing dan Pekanbaru, penyidik menemukan sebuah mobil mewah Toyota Land Cruiser LC 300 yang diduga merupakan bagian dari praktik suap kepada kepala daerah tersebut.

Mobil SUV mewah itu ditemukan di sebuah gudang penitipan kendaraan di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Saat ditemukan, kendaraan tersebut diduga telah berganti pelat nomor.

Baca Juga: 7 HP RAM 12 GB Murah Terbaik 2026 Mulai Rp2 Jutaan, Multitasking Lancar untuk Pelajar dan Mahasiswa

KPK menduga mobil tersebut sengaja disembunyikan untuk menghilangkan jejak setelah Suhardiman mengetahui dirinya tengah dipantau penyidik.

Barang bukti itu kemudian dibawa ke Jakarta bersama sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang turut diamankan.

Selain menemukan kendaraan mewah, KPK juga menggeledah Kantor Bupati Kuansing, Kantor DPRD Kuansing, Dinas Perkebunan, rumah para tersangka, serta sebuah kantor ekspedisi di Pekanbaru.

Baca Juga: Komisi XIII DPR Bedah Rencana Distribusi Kerja 7.000 CPNS Baru Kemenimipas, Angin Segar Formasi 2026

Penggeledahan dilakukan untuk melengkapi alat bukti dalam perkara dugaan suap jabatan yang kini sedang diproses.

Tak hanya dugaan suap jabatan, KPK juga mengembangkan penyidikan terhadap dugaan penerimaan uang lain yang berkaitan dengan pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Penyidik menduga terdapat aliran dana yang berasal dari pemotongan sisa hasil usaha (SHU) anggota koperasi yang mayoritas merupakan petani di Kuansing.

Dugaan tersebut masih terus didalami sebagai bagian dari pengembangan perkara.

Baca Juga: Bupati Bandung Beri Deadline 30 Hari, Seluruh OPD Wajib Tuntaskan Temuan BPK

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain, dan Direktur Utama PT Multi Inti Guna (MIC), Ardiles.

Lembaga antirasuah itu memastikan penyidikan akan terus berlanjut untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat serta menelusuri aset yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi tersebut. ***