POJOKSATU.id, JAKARTA— Salah satu anggota jaringan teroris yang terafiliasi ISIS dibekuk personel Densus 88. Ada lima teroris yang ditangkap yang berasal dari lima provinsi.
Salah satu anggota Teroris berencana melakukan aksi bom di DPR RI Senayan Jakarta, namun keburu ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Kelima teroris yang ditangkap; FW alias YT (47) asal Medan Sumatera Utara, LM (23) asal Banggai Sulawesi Tengah, PP alias BMS (37) asal Sleman Yogyakarta, MSPO (18) asal Tegal Jawa Tengah, dan JJS alias BS (19) asal Agam Sumatera Barat.
Lima teroris merupakan pihak yang melakukan perekrutan terhadap anak-anak untuk melakukan aksi teror.
Baca Juga: Selang Makan Pelaku Peledakan SMAN 72 Dilepas, Di Sisi Lain 10 Korban Bom Masih Dirawat Intensif
Densus 88 mencatat ada 110 anak berusia 10-18 tahun di 23 provinsi yang diduga telah direkrut oleh kelompok teroris ini.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror, AKBP Mayndra Eka, mengungkap salah satu dari lima tersangka kasus perekrutan anak-anak ini ingin melakukan aksi teror di gedung DPR.
Namun Densus tak menjelaskan secara detail identitas tersangka yang mau melakukan aksi teror ke DPR ini.
"Yang terakhir kemarin kami temukan, salah satu dari pelaku ini juga berkeinginan untuk melakukan aksi di gedung DPR RI,” katanya.
Namun sebelum aksi ini dilakukan oleh salah satu anggota teroris itu, Densus 88 lebih dulu menangkap pelaku.
Baca Juga: Pelaku Ledakan Bom SMAN 72 Makin Membaik, Sudah Keluar ICU Kini Dirawat di Kamar Rawat Inap
Dia mengatakan Densus 88 melakukan pencegahan dan penindakan untuk keselamatan publik.
"Artinya, pencegahan yang dilakukan oleh Densus dalam hal untuk melindungi keamanan objek vital negara dan keselamatan umum, termasuk juga keselamatan para pelaku dan anak-anak yang direkrut ini," jelasnya lagi.
Menurutnya, pemerintah berulangkali mengingatkan baik melalui Densus 88, BNPT, dan Komdigi, agar pengguna internet mempublikasi atau menguatkan konten-konten positif yang sifatnya edukatif.
Kemudian pengguna internet juga disarankan melaporkan konten-konten yang sifatnya negatif.
Baca Juga: Diluar Dugaan Gubernur Pramono Banyak Siswa SMAN 72 Jakarta Minta Pindah Sekolah Usai Insiden Bom
Densus 88 juga melakukan intervensi dini ketika ada hal mencurigakan di dunia maya.
Dia mengatakan hal itu dilakukan untuk menghentikan proses radikalisasi yang dilakukan oleh jaringan teroris.
Terafiliasi ISIS
Juru bicara Densus 88 ini juga mengungkap adanya seorang tersangka perekrut anak ke jaringan teroris yang merupakan pemain lama dan terafiliasi dengan jaringan ISIS atau Ansharut Daulah.
"Jadi, untuk pemain lama yang ditangkap pertama kali oleh Densus 88, diketahui jaringannya berasal dari jaringan ISIS atau Ansharut Daulah ya," kata Mayndra, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Namun AKBP Mayndra tidak memerinci identitas tersangka yang dimaksud dari lima orang yang ditangkap ini.***




