POJOKSATU.id - Tragedi kecelakaan maut yang terjadi di Perempatan Mlangsen, Temon, Kulon Progo, tak hanya menyisakan luka bagi dua keluarga, tetapi juga membuka jalan komunikasi penuh haru di antara mereka.

Dalam insiden yang melibatkan moge Harley-Davidson miliknya, Haji Suryo bos rokok HS kehilangan istrinya, Hj. Anis Syarifah, yang meninggal di lokasi kejadian.

Sementara korban lain, Aab Abdullah dan putranya Deva Nadil, mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan.

Baca Juga: Gaji UMR Jawa Barat, Berapa THR Ideal untuk Anak-anak Saat Lebaran? Ini Hitungannya

Meski masih dirawat intensif, Haji Suryo menyampaikan permohonan maaf langsung melalui panggilan video kepada keluarga korban.

Dengan suara lirih, ia berkata, “Mohon maaf ya, Pak, saya belum bisa datang menjenguk langsung. Saya juga minta maaf kalau ada salah saya, mohon maaf ya, Pak.” dikutip Pojoksatu.id dari instagram @jpradarkudus 4/3/2026

Ucapan itu disambut haru oleh keluarga korban yang menerima pesan kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: Resmi Dibuka! Mudik Gratis Angkutan Laut Pemprov DKI 2026, Catat Tanggal dan Pulau Tujuannya

Tak berhenti di situ, Haji Suryo menyatakan kesiapannya menanggung seluruh biaya pengobatan Aab dan Deva hingga pulih total.

Ia juga berjanji memberikan beasiswa pendidikan penuh untuk Deva hingga menamatkan kuliah.

Dalam panggilan yang sama, Haji Suryo menambahkan pesan yang membuat suasana semakin emosional.

Baca Juga: Kenapa Jelang Lebaran Baju di Marketplace Banyak Pre Order? Ini Alasannya dan Cara Menghindarinya

“Mulai saat ini silaturahmi sebagai keluarga jangan sampai putus ya Pak,” ujarnya.

Pihak keluarga korban menyebut bantuan tersebut sangat berarti, apalagi di tengah kondisi yang serba tidak pasti pasca-kecelakaan.

Mereka juga berharap proses hukum dan penyelidikan polisi dapat berjalan lancar untuk memastikan penyebab tabrakan.

Meski tragedi ini merenggut satu nyawa dan melukai beberapa orang, langkah kemanusiaan yang ditempuh Haji Suryo mendapat perhatian luas.

Banyak pihak menilai sikap tersebut menjadi contoh bagaimana komunikasi dan tanggung jawab moral tetap bisa dijalankan di tengah musibah besar.***