POJOKSATU.id, JAKARTA-- Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Jakarta Raya dan Serikat Peci Merah (SPM) siap menyukseskan kampanye akbar Pramono Anung-Rano Karno, yang digelar di Stadion Madya, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta.
Kampanye akbar pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung- Rano Karno ini akan digelar hari ini, Sabtu, 23 November 2024 di Stadion Madya GBK.
"Kami Jaman dan akan ikut menyukseskan kampanye akbar Mas Pram dan Bang Doel tanggal 23 November 2024 di Stadion Madya GBK, ribuan anggota Jaman akan hadir. Sekitar seribu untuk Jaman," kata Bendahara DPD Jaman DKI Jakarta, Jenny Toding Bua, kepada wartawan, Jumat (22/11/2024).
Baca Juga: Pramono Anung dan Anies Baswedan Bahas Saham Bir PT Delta Djakarta Tbk, Keputusannya di DPRD
Jaman lantas mengajak warga Jakarta untuk ikut memilih Pramono-Rano dalam Pilkada Jakarta 2024.
"Karena bagi Jaman Mas Pram dan Bang Doel yang layak memimpin warga Jakarta untuk saat ini," ucapnya.
Sementara itu, Serikat Peci Merah (SPM), juga akan hadiri kampanye akbar Pramono-Rano Karno. Mereka akan mengerahkan seribuan anggotanya.
"Kita akan hadir pakai peci besok, sesuai dengan nama kita," tandas Sekjen Serikat Peci Merah, Ridwan.
Lebih lanjut, kata dia, bila Pramono-Rano dipercaya rakyat untuk menjabat gubernur dan wakil gubernur Jakarta periode 2024-2029, pihaknya akan menjadi jembatan bagi masyarakat yang berada di garis kemiskinan maupun di daerah-daerah kumuh.
Baca Juga: Adu Kuat di Jakarta, Anies Duluan Dukung Pramono Anung, Sehari Sesudahnya Jokowi Dukung RK
Khususnya mereka yang selama ini belum terjangkau bantuan sosial (bansos), KJP dan lainnya.
"Jangan sampai hilang (bantuan-bantuan itu), kalau bisa kita tingkatkan," ungkap Ridwan.
Adapun dukungan Jaman dan SPM diberikan kepada Pramono-Rano, lantaran mereka sejalan dengan visi paslon nomor urut 3 itu yakni "Jakarta yang Menyejahterakan Warganya".
Lebih lanjut, setelah ini pihaknya juga akan mengawasi penggunaan bantuan sosial (bansos), utamanya menjelang hari pencoblosan Pilkada Jakarta pada 27 November 2024.
"Bansos hak rakyat, bukan alat politik. Distribusi bansos harus benar dan tepat sasaran, sesuai fungsinya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," kata Jenny.***




