POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto di Kantor DPP LDII mengatakan saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada kondisi yang penuh tantangan.
Ditambah lagi dengan perubahan iklim dan perang membuat semua negara rentan untuk berebut pangan.
Di sisi lain, kata dia, perang modern adalah perang informasi dan ekonomi, yang dapat diantisipasi dengan membangun kecintaan pada tanah air.
“Perubahan iklim mengubah pola tanam bahkan memicu gagal panen. Negara-negara kini berpikir untuk tidak mengekspor biji-bijian untuk menjaga kecukupan kebutuhan di dalam negeri,” kata KH Chriswanto dalam keterangannya, Senin (10/7/2023).
Menurut Chriswanto, masalah pangan dan pertahanan tersebut menjadi perhatian LDII untuk menghadapi kekurangan pangan dunia dan ancaman kedaulatan negara pada era perang modern.
Karena itu, LDII menggalakkan program ketahanan pangan dan bela negara ditopang dengan Gerakan Internet Sehat (GIS).
“Program-program itu, telah berjalan atas bantuan pemerintah daerah dan TNI serta Kementerian Komunikasi dan Informatika,” ujarnya.
Terkait ketahanan pangan, Ketua DPP LDII yang juga peneliti masalah pangan, Prof Rubiyo mengatakan ketahanan pangan bisa dimulai dari keluarga.
Dalam hal ini, pemerintah Provinsi Bangka-Belitung bekerja sama dengan LDII mengupayakan lahan bekas tambang menjadi perkebunan produktif.
Sementara dengan TNI, LDII bekerja sama dalam pelatihan bela negara dan penanaman nasionalisme melalui wawasan kebangsaan.
“Selain itu, keluarga mengetahui apa yang mereka butuhkan dan bagaimana mendapatkan atau memproduksi di sekitar rumah mereka,” tegasnya.
Menurut Rubiyo, untuk memproduksi pangan, tiap keluarga bisa memanfaatkan pekarangan dan tak perlu halaman yang sangat luas atau bisa dengan menerapkan model urban farming.
"Semua itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah,” ujarnya.
Selain itu, pernyataan KH Chriswanto tersebut ditanggapi Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo usai bertandang ke DPP LDII pada Kamis (6/7).
Dalam pertemuan tersebut, Kemenhan dan DPP LDII menjajaki kerja sama bela negara.
Menurut Dahnil, dakwah kebangsaan merupakan cara efektif dalam menanamkan ideologi Indonesia Pancasila.
Menurutnya LDII selalu konsisten dalam berdakwah dan menegakkan Pancasila sebagai dasar negara.
"LDII menjadi salah satu ormas Islam yang punya peran signifikan di Indonesia dalam menjaga harmonisasi nilai-nilai Islam dan keindonesiaan menjadi satu tarikan nafas. Peran dakwah tersebut sangat vital,” jelasnya. (ikror/pojoksatu)




