POJOKSATU.ID - Kisah inspiratif datang dari Kabupaten Sampang, Madura.

Seorang warga bernama Mat Yasin (37), asal Desa Madulang, Kecamatan Omben, membangun jalan desa sepanjang 10 kilometer dengan dana pribadi mencapai sekitar Rp2 miliar.

Aksi ini dilakukan karena keprihatinannya melihat kondisi jalan di desanya yang rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti.

Baca Juga: Selama Tahun 2025, Densus 88 Amankan 51 Tindakan Terorisme, Kabareskrim Ungkap Penurunan Siginifikan

Mat Yasin mengaku, niat membangun desa sudah terpatri sejak dirinya pertama kali merantau ke luar daerah.

Ia masih mengingat betul momen haru saat meninggalkan kampung halaman demi mencari penghidupan yang lebih baik.

“Pertama kali saya berangkat merantau, saya menangis. Dalam hati saya berniat, kalau suatu saat ada rezeki, saya akan kembali dan membangun desa saya,” ujar Mat Yasin, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com (30/12/2025).

Baca Juga: Mualem Sampaikan Permintaan Khusus ke KSAD, Soal Bencana hingga Jembatan Darurat yang Berbayar

Setelah bertahun-tahun merantau dan berhasil secara ekonomi, niat tersebut akhirnya diwujudkan.

Mat Yasin memutuskan menggunakan dana pribadinya untuk membangun akses jalan yang selama ini menjadi keluhan utama warga.

Jalan rusak tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan akses pendidikan serta kesehatan masyarakat.

Baca Juga: GoZero Percent Goes to Yogyakarta, Telkom Tanam 500 Pohon di Bukit Klangon

Pembangunan jalan difokuskan di Dusun Barlebar, wilayah perbatasan antara Kabupaten Sampang dan Pamekasan.

Daerah ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang cukup sulit dijangkau karena kondisi jalan yang memprihatinkan.

Menurut Mat Yasin, total panjang jalan yang ditargetkan mencapai 10 kilometer.

Baca Juga: Aksi Buruh Pecah di Monas, UMSK 2026 Diprotes Keras, dan Sentil Gubernur Jabar Soal Pencitraan

Hingga saat ini, sekitar enam kilometer di antaranya telah selesai diperbaiki dan sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, enam kilometer jalan sudah diperbaiki dan sekarang bisa dinikmati masyarakat setempat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses pembangunan berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti.

Baca Juga: Viral! Bupati Aceh Utara Pertanyakan Presiden Tak Datang Saat Banjir: 'Apa Tidak Tahu Kami Kebanjiran?'

Dukungan penuh dari masyarakat setempat dan pemerintah desa menjadi faktor utama kelancaran proyek tersebut.

Warga ikut bergotong royong membantu pekerjaan di lapangan, mulai dari pengawasan hingga membantu logistik.

Mat Yasin menegaskan, apa yang dilakukannya murni didorong oleh rasa tanggung jawab moral sebagai anak desa.

Ia berharap jalan yang dibangun bisa memberikan manfaat jangka panjang, khususnya bagi generasi muda di kampung halamannya.

Baca Juga: Dikelompokkan Negara Rawan! Inggris Masukkan Indonesia ke Daftar Travel Warning, Ini Alasannya

Pemerintah desa setempat juga menyambut baik inisiatif tersebut.

Keberadaan jalan yang layak dinilai akan meningkatkan akses ekonomi warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memudahkan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Kisah Mat Yasin pun mendapat perhatian luas dan menjadi contoh nyata bahwa peran masyarakat dalam pembangunan desa sangatlah penting.

Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, kepedulian individu mampu menghadirkan perubahan besar bagi lingkungan sekitar.***