POJOKSATU.id - Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan dua puasa sunnah yang biasa dikerjakan umat Islam menjelang perayaan Idul Adha.
Kedua amalan ini dilaksanakan pada bulan Zulhijah dan memiliki keutamaan tersendiri dalam rangka menyambut hari raya kurban.
Mengutip keterangan dari Badan Amil Zakat Nasional, puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dikerjakan pada 9 Zulhijah.
Baca Juga: Bantu Warga Long Kali Bangkit: TAP Untuk Negeri Dukung Lewat Hunian Layak
Kedua puasa sunnah ini berkaitan dengan rangkaian ibadah haji yang dijalankan para jamaah di Tanah Suci.
Puasa Tarwiyah menjadi penanda dimulainya persiapan jamaah haji menuju wukuf di Arafah.
Sementara puasa Arafah menjadi amalan sunnah yang dianjurkan sebagai bentuk pendekatan diri dan penguatan spiritual menjelang Idul Adha.
Baca Juga: Dana BOS Rp2,9 Miliar untuk Korwil dan K3S Dipertanyakan, FORMASI Desak Evaluasi Total
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
Jadwal pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah mengikuti penetapan awal Zulhijah.
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum menetapkan secara resmi 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah karena masih menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan pada 17 Mei 2026.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan kalender awal Dzulhijjah melalui maklumat resminya.
Baca Juga: Harga Pasaran Rp2,5 Juta, Tas Lululemon Sindikat Oknum Kargo Bandara Soetta Dijual Rp300 Ribu
Berdasarkan penetapan tersebut, 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Dengan demikian, jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah menurut Muhammadiyah adalah sebagai berikut:
-
1 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
-
8 Dzulhijjah 1447 H atau Puasa Tarwiyah: Senin, 25 Mei 2026
-
9 Dzulhijjah 1447 H atau Puasa Arafah: Selasa, 26 Mei 2026
-
10 Dzulhijjah 1447 H atau Idul Adha: Rabu, 27 Mei 2026
Baca Juga: Pemilik Kucing Wajib Tahu! Daftar Makanan yang Aman dan Tidak Boleh Diberikan ke Kucing
Masyarakat nantinya dapat menyesuaikan kembali jadwal puasa setelah pemerintah menetapkan awal Dzulhijjah melalui sidang isbat atau mengikuti penetapan Muhammadiyah.
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Sebelum menjalankan puasa sunnah, umat Islam dianjurkan membaca niat sebagai bentuk kesungguhan ibadah.
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.”
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala.”
Panduan Menjalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Makan Sahur
Sahur menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan sebelum menjalankan puasa.
Selain membantu menjaga stamina tubuh selama berpuasa, sahur juga memiliki keberkahan sebagaimana dianjurkan Rasulullah SAW.
Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan Rasulullah SAW bersabda, “Bersahurlah kalian karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
Waktu sahur juga menjadi momen baik untuk memperbanyak doa, zikir, dan istigfar.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pintar, Ini Cara Melatih Berpikir Kritis dan Tanda Kamu Sudah Memilikinya
Menjaga Perilaku Selama Berpuasa
Saat menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam dianjurkan menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa.
Misalnya seperti berkata bohong, bergunjing, bertengkar, hingga melampiaskan amarah secara berlebihan.
Menjaga ucapan dan perilaku menjadi bagian penting agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih baik dan penuh keikhlasan.
Baca Juga: 8 Tanaman Hidroponik yang Bisa Jadi Peluang Usaha, Cepat Panen dan Potensi Untung Menjanjikan
Menyegerakan Berbuka Puasa
Umat Islam juga dianjurkan segera berbuka saat azan Magrib berkumandang.
Saat berbuka, dapat diawali dengan membaca doa berbuka puasa:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat spiritualitas menjelang Hari Raya Idul Adha. ***




