POJOKSATU.ID - Pemerintah mengklaim jika Program Makan Bergizi Gratis (MBG), berpotensi membuka lapangan pekerjaan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan.
MBG merupakan salah satu program prioritas Kabinet Merah Putih, yang mulai berjalan pada 6 Januari 2025, di bawah pengawasan BGN.
Menurut Tigor, pelaksanaan MBG ini membutuhkan banyak tenaga, hingga diklaim bahwa MBG ini akan mampu membuka hingga 90 ribu lapangan kerja untuk sarjana.
Tigor pun menjabarkan rinciannya, bahwa MBG memerlukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menurut BGN jumlahnya akan mencapai 30 ribu di seluruh Indonesia.
“Jadi kepala unit, itu ada 30 ribu nanti otomatis kita rekrut 30 ribu sarjana di Indonesia untuk jadi kepala,” kata Tigor di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dikutip Minggu (11/5/2025).
Karena berhubungan dengan gizi MBG, sehingga harus didampingi oleh ahli gizi dan merupakan seorang sarjana.
“Dia pasti didampingi ahli gizi, harus sarjana juga ya di usia kira-kira 22-30 lah yang kita cari, jadi satu ahli gizi per satuan pelayanan, berarti 30 ribu ahli gizi nanti,” terangnya.
Karena itu, menurut Tigor akan ada 90 ribu sarjana yang terserap dalam pelaksanaan MBG ketika 30 ribu SPPG sudah berdiri.
Baca Juga: STECU dan AMAYzing Deals! Internet Ngebut Dari XL SATU, Bonus Berlimpah di Bulan Mei
“Jadi 90 ribu lapangan pekerjaan bagi sarjana kita yang fresh graduated hari ini,” tambahnya.
Bantu Perputaran Ekonomi Daerah
Tak hanya membuka lapangan kerja, program MBG juga diklaim membantu perputaran ekonomi daerah.
Dikatakan Tigor, meski memiliki anggaran yang tak sedikit, BGN juga yakin bahwa program ini akan membantu dalam perekonomian daerah di Indonesia.
Dalam pelaksanaan MBG, BGN memerlukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga 30 ribu di seluruh Indonesia.
Berdirinya SPPG tersebut, menurut BGN juga akan bermanfaat dalam penyerapan tenaga kerja dan perekonomian.
“Membuat perputaran ekonomi setiap tempat di mana satuan pelayanan itu ada, yang tadi membuka lapangan pekerjaan, membuka peluang untuk membeli bahan pertanian di desa-desa,” kata Tigor.
“Kemudian juga membuat para pelaku pertanian itu menjadi semangat,” imbuhnya.
Adapun target penerima manfaat MBG ini adalah anak sekolah, balita, dan ibu hamil-menyusui.
Di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), MBG dibiayai APBN 2025 sebanyak Rp71 triliun untuk 17,9 juta penerima manfaat.
Baca Juga: Ribuan Perusahaan di Karawang Belum Laporkan Lowongan, Fakta Ini Bungkam Klaim Turunnya Pengangguran
Namun, Presiden Prabowo meminta percepatan penerima manfaat hingga 82,9 juta di tahun 2025, sehingga BGN meminta tambahan Rp100 triliun.
Dengan percepatan tersebut, anggaran BGN untuk MBG akan mencapai total Rp171 triliun.***




