POJOKSATU.id, BARAS - Masih muda sudah diangkat menjadi Kepala Polisi Sektor (Kapolsek), bahkan sosok pemuda ini menjadi kapolsek termuda di Indonesia.
Dia adalah Inspektur Dua (Ipda) Afan Harapansyah, yang menjadi Kapolsek di Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Ia menjabat sebagai Kapolsek Baras di usianya yang baru 24 tahun. Sosoknya dikenal publik karena video viral yang menunjukkan kebolehannya dalam menggunakan bahasa isyarat.
Tidak hanya itu, Ipda Afan juga dikenal karena menjadi narasumber di sebuah acara variety show di salah satu stasiun televisi swasta.
Tengah ramai menjadi perbincangan, berikut profil singkat Ipda Afan Harapansyah, Kapolsek termuda di Indonesia.
BACA JUGA: Penipu Jastip Tiket Konser NCT Ditangkap Polsek Pagedangan, Raup Keuntungan 94 Juta
Nama lengkapnya adalah Mohamad Harapanysah atau sering disapa Afan. Pria ini lahir di Bogor, pada 16 Juni 1999. Usai tamat dari SMA, Afan segera mendaftar di Akademi Kepolisian atau Akpol.
Setelah lulus pada tahun 2020, Afan kemudian di tempatkan di Polda Sulawesi Barat. Saat itu, lebih setahun ia bertugas dengan jabatan terakhir sebagai Kaur Produk Spripim yang bertugas membantu dalam melaksanakan kedinasan atau tugas khusus dari Kapolda/Wakapolda.
Affan kemudian ditunjuk sebagai Kapolsek Baras. Pelantikannya dilangsungkan sehari sebelum Lebaran pada tahun 2022 saat usianya masih 22 tahun.
Walaupun menjadi Kapolsek termuda dan baru menjabat setahun, Afan ternyata telah memiliki segudang prestasi. Dia menerima sejumlah penghargaan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.
Total penghargaan yang ia terima ada sebanyak 20. Beberapa di antaranya adalah penghargaan gelar Polsek dengan lingkungan terbersih serta juara pertama sebagai Kapolsek pengelola media sosial terbaik.
BACA JUGA: LPSK Dalami Permohonan Perlindungan Korban ‘Getah’ Penipuan iPhone Si Kembar Rihana Rihani
Selain menerima sejumlah penghargaan, Afan juga memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Kemampuan itu kemudian dia salurkan untuk mendirikan kelas bahasa Inggris gratis bagi siswa SD hingga SMA di Baras.
Kelas tersebut digelarnya di Polsek Baras sepekan sekali setiap hari Sabtu. Afan mengaku, dia memiliki puluhan anak didik yang diajar dengan metode berbeda-beda, sesuai tingkatan siswa.
Tak hanya itu, Afan juga mampu komunikasi menggunakan bahasa isyarat yang dipelajarinya secara otodidak. Dia belajar melalui materi-materi di Google dan Youtube.
Afan mengaku terinspirasi dari aktor sekaligus aktivis teman tuli, Surya Sahetapy. Dia tertarik dengan visi putra penyanyi Dewi Yull itu, ingin Indonesia ramah disabilitas. Belakangan aksinya itu merap dibagikannya di media sosial.
Ipda Afan kerap disebut polisi ganteng dan bikin gagal fokus saat bertugas. Ia merasa bersyukur dapat sambuata baik seperti itu di masyarakat. Apalagi, Polsek Baras memegang 3 kecamatan. Adanya sambutan tersebut membuatnya bertugas dengan nyaman.
Parasnya yang tampan membuay publik penasaran dengan status Ipda Afan. Menanggapi hal tersebut, pria yang kini berusia 24 tahun itu mengaku masih jomblo.
Ipda Afan pun tak menampik kerap dijodohkan oleh ibu-ibu Bhayangkari. Namun ia menjelaskan masih ingin mengejar pendidikan dan mapan dalam pekerjaan.
Ipda Afan sebelumnya sempat viral karena mahir menggunakan bahasa isyarat. Dalam unggahan di akun TikTok-nya @afanharapnsyah, ia tampak tampak bercengkerama menggunakan bahasa isyarat bersama teman-teman tuli di Desa Balanti, Sulawesi Barat. (TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Polisi Buru Pelaku Maling Sepeda Motor Todong Pistol di Gading Serpong




