POJOKSATU.id, Kabupaten Sumedang - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, meninjau pelaksanaan uji coba program makan siang bergizi bagi siswa sekolah dasar di SD Negeri 2 Pamoyanan, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Selasa (10/9/2024).
Sebanyak 420 siswa dari SDN 2 Pamoyanan dan SD Jatinangor mendapatkan makan siang bergizi dalam program ini.
Herman berbincang dengan para siswa yang tampak antusias dan menikmati makan siang mereka.
Menurutnya, program ini penting untuk mendukung kesehatan dan kecerdasan siswa melalui pemberian porsi makanan yang bergizi seimbang.
Baca Juga: Usut Dalang Intelektual Kasus PPPK Madina 2023, AMP2K Baca Yasin dan Bawa Keranda ke Kantor Bupati
"Anak-anak sangat senang makan makanan bergizi, dan ini sangat baik untuk perkembangan mereka. Mereka adalah calon pemimpin masa depan," ujar Herman.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mencetak generasi emas.
"Pemimpin masa depan harus dipersiapkan sejak dini, dan program makan bergizi ini adalah langkah konkret dalam mempersiapkan mereka," tambahnya.
Herman juga menyatakan bahwa Pemda Provinsi Jabar berkomitmen untuk memperluas program ini ke berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat.
"Selain di Sumedang, program ini akan diujicobakan di Sukabumi, Subang, Majalengka, dan daerah lainnya. Evaluasi akan dilakukan untuk menyempurnakan program ini," jelasnya.
Persiapan Penggunaan APBD dan Kolaborasi Swasta
Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli, menambahkan bahwa uji coba program makan siang bergizi juga bertujuan untuk mempersiapkan implementasi penuh pada tahun 2025.
"Ini adalah bagian dari persiapan untuk menguji tata kelola jika program dilakukan secara partisipatif dan menggunakan APBD," ujar Yudia.
Ia menjelaskan bahwa saat ini, pendanaan program menggunakan kombinasi dana partisipatif dan APBD.
"Satu bulan menggunakan dana partisipatif, dan satu bulan berikutnya menggunakan APBD," jelasnya.
Selain memberikan nutrisi yang baik, program ini juga bertujuan untuk membentuk karakter siswa, seperti budaya mengantre, tidak membuang sampah sembarangan, mencuci tangan, dan berdoa sebelum makan.
"Program ini tidak hanya tentang kesehatan, tetapi juga tentang membentuk pribadi siswa yang berkarakter, sehat, dan pintar," tutup Yudia Ramli.***




