POJOKSATU.id, Kota Bandung – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyatakan bahwa hingga akhir masa pendaftaran pasangan calon (paslon) kepala daerah untuk Pilkada Serentak 2024, situasi di Jawa Barat tetap kondusif tanpa terjadi gejolak yang berarti.

Meski demikian, Bey menegaskan pentingnya penerapan hukum dan aturan yang efektif oleh seluruh petugas pemilu guna meminimalkan potensi sengketa.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Bey menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Permasalahan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di Jawa Barat tahun 2024, yang digelar di Hotel Holiday Inn, Bandung, Rabu (11/9/2024).

"Di Jawa Barat, tahap awal pendaftaran berjalan lancar tanpa masalah," ujar Bey.

Baca Juga: Anjing Pelacak Ciumi Jilbab Nia Kurnia Sari Lalu Lari ke Irigasi Sawah, Ketemu Bukti Baru

Berdasarkan data KPU Jawa Barat, jumlah daftar pemilih sementara (DPS) di provinsi ini mencapai 35,9 juta orang, dengan 73.000 tempat pemungutan suara (TPS), menjadikannya wilayah dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia.

Hal ini memerlukan perhatian khusus, terutama terkait logistik dan keamanan.

Bey mengapresiasi forum rapat koordinasi tersebut sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi potensi permasalahan hukum selama proses pilkada.

"Ini forum penting bagi semua pemangku kepentingan, termasuk KPU, Bawaslu, dan aparat penegak hukum (APH), untuk berkoordinasi dan menangani potensi masalah hukum yang mungkin timbul selama pilkada," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan hukum yang tegas dan adil oleh petugas pemilu sangat penting untuk menjaga pilkada yang aman, jujur, dan demokratis.

Baca Juga: Viral di X, Pelaku Pembunuh Nia Kurnia Sari Disebut 4 Orang, Semua Baru Tamat SMA

"Netralitas, integritas, dan profesionalitas para petugas adalah kunci kelancaran pilkada," tambah Bey.

Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, juga menegaskan bahwa persiapan untuk Pilkada Serentak 2024 sudah berjalan sesuai jadwal.

"Insyaallah, logistik dan semua persiapan sudah matang. Kita tinggal menjalankan tahapan berikutnya, seperti penetapan calon pada 22 September dan dimulainya kampanye pada 25 September," ujar Afifuddin.***