POJOKSATU.ID — Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan dua alat inovasi teknologi pascapanen untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Dua alat tersebut yakni Mobile Corn Dryer (MCD) dan Mesin Jemur Dehidrator, dipamerkan dalam peluncuran Program Strategis Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Hall Indoor Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Polda Metro Usut Grup Facebook Fantasi Sedarah Sejak Minggu Lalu Meski Sudah Dihapus Meta
Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Prof. Dr.-Ing. Zulfiadi, S.T., M.T., mengatakan dua alat tersebut merupakan hasil hilirisasi teknologi yang bertujuan menjawab permasalahan pascapanen di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Mobile Corn Dryer adalah alat pengering jagung portabel yang mampu mengeringkan hasil panen hingga kapasitas 1 ton per jam dengan kecepatan pengeringan 10 persen.
Baca Juga: Kunjungi Petani Karo, Jokowi Sebut Hama Lalat Buah pada Jeruk akan Libatkan Pakar UGM dan USU
Alat ini dirancang untuk beroperasi selama 10 jam non-stop dengan dua operator, dan dapat digunakan untuk komoditas pertanian lain dengan sedikit penyesuaian.
Sementara itu, Mesin Jemur Dehidrator berfungsi untuk mengeringkan berbagai komoditas seperti kunyit, bengkuang, cabai, ubi, ikan, dan jahe.
Alat ini menawarkan solusi atas keterbatasan pengeringan tradisional dengan menjaga kualitas rasa, tekstur, dan gizi produk, sekaligus memperpanjang umur simpan dan membuka peluang pasar baru, termasuk ekspor.
Kedua alat tersebut didistribusikan oleh PT Rekacipta Inovasi ITB dan telah digunakan di 11 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, hingga Kalimantan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi inovasi ITB.
Ia menilai kedua alat ini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung penguatan ekonomi lokal.
Baca Juga: Andi Arief Percaya Jokowi dan UGM, Sebut Mengada-ada Kasus Ijazah Dibawa ke Forensik Internasional
Prof. Zulfiadi menegaskan, ITB berkomitmen terus menghadirkan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami ingin inovasi yang lahir di laboratorium bisa hadir nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.***



