POJOKSATU.ID – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Ikatan Alumni ITB (IA ITB) dan Rumah Amal Salman mengerahkan bantuan cepat untuk warga terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi antara ITB, IA ITB, Rumah Amal, serta Pengda IA ITB di tiga provinsi tersebut.
Gerakan ITB Peduli Sumatera menjadi wadah koordinasi untuk mempercepat respons bantuan di wilayah yang paling terdampak.
Sejak akhir pekan lalu, berbagai dukungan telah mulai dikirimkan. Unit filter air bantuan PT Horizon Teknologi tiba di Lanud Halim Perdanakusuma dan kemudian diterbangkan ke Aceh menggunakan pesawat Hercules TNI AU.
Perangkat tersebut kini tengah diinstalasi oleh Pengda IA ITB Aceh untuk menyediakan layanan air bersih keliling di dapur umum.
ITB juga mengerahkan inovasi teknologi untuk memenuhi kebutuhan air minum di lokasi bencana.
Baca Juga: Bocoran Terbaru! Kapan TPG THR dan Gaji 13 Guru Sertifikasi Cair di 2025? Simak Prediksinya!
Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Prof. Zulfiadi Zulhan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 47 unit teknologi IGW Membran Ultrafiltrasi (UF).
Delapan unit di antaranya dibawa langsung ke Aceh pada Minggu (30/11/2025) oleh Deny Willy Junaidy, Ph.D., dan tim yang tengah menjalankan program Pengabdian Masyarakat di Bener Meriah.
Teknologi IGW Membran Ultrafiltrasi mampu memisahkan zat besi (Fe3+), koloid, mikroba, hingga partikulat.
Baca Juga: Geger! Kreator Donasi Ngamuk Usai Bantuan Donasi Diduga Mau Diklaim Oknum Dinsos Langkat
Karena akses ke Bener Meriah tidak dapat dilalui jalur darat, pemasangan UF dipusatkan di Kabupaten Pidie Jaya yang masih dapat dijangkau dari Banda Aceh.
Sementara 16 kotak berisi 41 unit UF lainnya akan didistribusikan ke Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh melalui kerja sama BNPB dan TNI AU.
Selain air bersih, kebutuhan komunikasi darurat juga menjadi fokus. Satu unit Starlink hibah alumni telah dipasang di Idi dan Langsa bersama Dinas PU Aceh untuk memperkuat jaringan di daerah terdampak.
Sejumlah titik terisolasi lain masih menunggu tambahan perangkat agar koordinasi di lapangan lebih efektif.
Bantuan kebutuhan pokok turut disalurkan melalui Pengda IA ITB Aceh dan Rumah Amal USK di Pidie Jaya. Makanan siap saji, tenda, selimut, hygiene kit, dan berbagai logistik lain telah didistribusikan sejak Minggu.
Penyaluran ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara akan dilakukan secara bertahap melalui Pengda IA ITB Sumbar dan IA ITB Sumut, menyesuaikan akses lapangan dan hasil verifikasi kebutuhan.
Baca Juga: Titiek Soeharto: Nggak Usah Takut Bintang 2 atau 3! Jadi Selama Ini Pelaku Perusak Hutan Dibekingi?
Ketua IA ITB, Agustin Peranginangin, menegaskan bahwa bencana menjadi panggilan moral bagi alumni untuk turun langsung dan bergerak cepat.
Melalui Badan Ganesha Peduli, bantuan dikoordinasikan agar tepat sasaran dan dapat menjangkau wilayah terdampak secara komprehensif.
Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial, menambahkan bahwa pihaknya membuka kanal donasi publik guna memperkuat suplai bantuan bagi daerah yang belum tersentuh layanan darurat.
Baca Juga: Batang Kuranji
Kolaborasi antara kampus, alumni, lembaga zakat, BNPB, hingga TNI AU menunjukkan pola respons yang adaptif, terukur, dan berbasis pada kebutuhan lapangan.
Gerakan ITB Peduli Sumatera direncanakan terus berjalan hingga fase tanggap darurat beralih menuju pemulihan.
Sekjen IA ITB Pengda Aceh, Mulkan Fadhli, turut mengawal proses distribusi di Kabupaten Pidie Jaya dan wilayah sekitarnya.
Dua hari pertama sempat terkendala karena akses jalan tertutup lumpur, namun situasi kini berangsur pulih sehingga distribusi dapat dilakukan lebih cepat.
Penyaluran dilakukan bersama mitra lokal yang memiliki akses perbankan dan dapat mengelola kebutuhan pembelian sembako.
Bantuan difokuskan ke Kecamatan Lansa, Takemon, dan Lhoksukon, sementara distribusi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus dipantau agar tetap tepat sasaran. ***



