POJOKSATU.id, JAKARTA— Isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar yang berhembus saat ini diduga imbas keberadaan Ketum Bahlil Lahadalia yang dianggap loyalis Jokowi.

Isu Munaslub Partai Golkar kemungkinan menjadi bagian dari langkah memberangus pengaruh Presiden ke-7 Jokowi di Golkar.

Menurut Pengamat Citra Institute, Efriza, munculnya isu Munaslub atau pergantian kepemimpinan di tubuh Golkar melalui Munaslub, bisa saja merupakan bagian dari strategi untuk menyingkirkan figur-figur yang terlalu Jokowi sentris saat ini.

Baca Juga: Orang Ketiga

Dia menilai kepemimpinan Partai Golkar saat ini lahir dalam suasana yang tak biasa karena Bahlil Lahadalia terpilih sebagai Ketua Umum Golkar karena adanya pengaruh Presiden Jokowi saat itu.

Menurutnya, Golkar sebagai salah satu kekuatan politik besar berpotensi tersingkir dari peta politik nasional apabila masih mempertahankan Bahlil sebagai ketua umum.

"Jika Golkar sebagai salah satu pilar besar koalisi dipimpin oleh tokoh yang secara politik lebih loyal pada Jokowi, yang merupakan mantan presiden, daripada ke Prabowo yang kini sebagai presiden, maka ini menjadi hambatan dalam konsolidasi kekuasaan yang sedang dilakukan," tuturnya.

Baca Juga: 12 Aplikasi Belajar Online Terbaik 2025, Bikin Mahasiswa Makin Pintar dan Produktif

Magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu meyakini internal Golkar menyadari dinamika politik nasional sekarang ini tidak bisa memainkan dua peran sekaligus, dalam arti masih mengakomodir rezim kekuasaan yang sudah berakhir tetapi di sisi lain berada dalam koalisi penguasa yang duduk saat ini.

"Prabowo meski sebagai Presiden, tapi muncul persepsi sebagai penerus Jokowi. Karenanya, diyakini Presiden Prabowo ingin melakukan penataan ulang loyalitas politik di kabinet," ucap Efriza.

"Utamanya, juga terhadap ketua umum partai yang dianggap loyalitasnya lemah terhadap Prabowo sebagai presiden," katanya.

Sementara itu, internal Golkar mengklaim masih solid di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

Sejauh ini, belum ada kader Golkar yang berani muncul menyuarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengganti Bahlil Lahadalia sebagai ketua umum.

Baca Juga: Jangan Panik! Begini Cara Menggunakan Kompas Pramuka Saat Tersesat di Alam Terbuka

“Tidak ada kader Golkar yang berani menyatakan bahwa harus ada Munaslub. Kalau kita baca di media kan hanya isu-isu, sumbernya belum jelas,” kata anggota Dewan Pembina Golkar, Melchias Markus Mekeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 8 Agustus 2025.

Berkaitan dengan dinamika yang berkembang, Mekeng mengklaim kader Golkar tetap santai menanggapi isu Munaslub tersebut.

"Kami tenang-tenang saja, Pak Bahlil boleh dibilang tiap Minggu roadshow ke daerah, melakukan Musda di provinsi dan konsolidasi tingkat kabupaten,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar MPR ini.

Maka dari itu, ia menantang pihak-pihak yang menginginkan Munaslub untuk muncul ke permukaan dan berani menyatakan sikapnya.***