POJOKSATU.id, LAMPUNG – Jovita istri Brigadir Arya Supena (34) tak menyangka mendapat kabar gugurnya suaminya saat hendak menangkap begal motor di Jalan ZA Pagar Alam Kedaton, Bandar Lampung.

Istri korban meminta pelaku begal ini diberikan hukuman setimpal dengan ditembak mati. Brigadir Arya meninggalkan dua anak yang masih kecil.

Ia berharap tim gabungan Polda Lampung berhasil menangkap para pelaku dan diberikan hukuman yang sama atas kematian Arya.

Baca Juga: Pistol di Pinggang Direbut Maling, Ini Kronologi Lain Tewasnya Brigadir Arya Supena di Lampung

"Dia orang baik. Tolong bapak-bapak polisi bunuh pelakunya," kata Jovita Sabtu (9/5) di RS Bhayangkara Lampung.

Sementara di sisi lainnya, ibunda almarhum Brigadir Arya hanya bisa menjerit-jerit histeris atas kematian putranya.

"Kamu minta apa aja mama turutin dek, ya Allah anak ku. Apa salah mu dek, secepat ini ninggalin mama," ujarnya sambil menangis.

Pihak Polda Lampung sendiri saat ini telah membentuk tim khusus untuk menangkap para pelaku.

Baca Juga: Kemensos Klaim Bahwa Realisasi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Capai Efisiensi Hingga 50 Persen

"Tim khusus telah dibentuk dan saat ini telah menyebar untuk memburu para pelaku," tegas Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari.

Diketahui, Brigadir Arya Supena tewas ditembak pada kepalanya saat ingin menggagalkan aksi pencurian motor di Bandar Lampung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (9/5/2026) pagi di toko roti yang berada di Jalan ZA Pagar Alam Kedaton Bandar Lampung.***