POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan besar yang langsung menggetarkan dunia pendidikan tinggi Indonesia.
Dalam forum akbar di Istana Kepresidenan yang menghadirkan 1.200 rektor, guru besar, dan pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Prabowo mengumumkan kenaikan dramatis dana riset nasional sebuah keputusan yang disebut sebagai salah satu langkah paling bersejarah dalam satu dekade terakhir.
Baca Juga: Dari Koperasi Nelayan ke Panggung Politik Jabar, Inilah Jejak Ono Surono yang Kini Ditelisik KPK
Pemerintah menetapkan peningkatan anggaran riset perguruan tinggi dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun, atau tambahan Rp 4 triliun.
Lonjakan ini menandai perhatian baru pemerintah untuk memperkuat inovasi, mendorong riset strategis, dan memastikan kampus menjadi pusat pengembangan teknologi nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Prabowo mengambil keputusan tersebut setelah menerima laporan mengenai minimnya porsi anggaran riset selama ini.
Baca Juga: Negara Berpotensi Rugi Puluhan Juta akibat Penyelundupan Di Cileungsi
“Bapak Presiden telah mengambil beberapa keputusan, salah satunya adalah dilaporkan bahwa dana riset di perguruan tinggi itu nilainya hanya Rp 8 triliun,"
"itu setara dengan 0,34 persen dari APBN kita,” ujar Prasetyo di Istana, Kamis dikutip pojoksatu.id dari kompas.com 15/1/2026.
Ia menegaskan bahwa Presiden langsung bergerak cepat.
Baca Juga: Jam Mengajar Guru Kurang di Info GTK 2026, Ini Penyebab Utamanya
“Dan oleh karena itulah dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun,"
"yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN,” sambungnya.
Kebijakan baru ini erat kaitannya dengan strategi besar pemerintah mempercepat swasembada pangan, transisi energi, dan penguatan industri strategis.
Perguruan tinggi diminta fokus mengembangkan riset yang relevan dengan kebutuhan nasional.
Mulai dari teknologi pertanian modern, ketahanan energi, hingga riset industri elektronik dan semikonduktor.
Baca Juga: Negara Berpotensi Rugi Puluhan Juta akibat Penyelundupan Di Cileungsi
Selain penambahan anggaran, pemerintah juga menyiapkan desain baru peningkatan kualitas SDM riset.
Program beasiswa, penguatan kompetensi STEM, dan kerja sama riset internasional akan menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam periode ini.
Langkah Prabowo ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tengah memasuki babak baru dalam upaya membangun kemandirian teknologi dan inovasi.
Baca Juga: KLH Gugat Perdata 6 Perusahaan Diduga Sebabkan Banjir di Sumut, Termasuk PT AR dan TPL
Dengan dana riset terbesar dalam 10 tahun terakhir, pemerintah berharap kampus mampu menghasilkan riset yang tidak hanya kuat secara akademik.
Tetapi juga berdampak nyata bagi masa depan bangsa.***




