POJOKSATU.id — Hati-hati: Sekitar 394 Ribu Nopol Kendaraan Telah Diblokir Pertamina, Sistem QR Sekarang “Mata-mata” BBM Subsidi

Pertamina Patra Niaga mengejutkan publik dengan pemblokiran 394 ribu nomor polisi (nopol) kendaraan yang terindikasi.

Melakukan kecurangan dalam pembelian BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar.

Langkah ini bukan main-main kendaraan yang diblokir tidak bisa lagi mengisi BBM bersubsidi.

Baca Juga: Operasional SPPG di Malang Terhenti, Dana Mandek hingga Masalah SLHS Jadi Sorotan

 

Sistem Pengawasan “Mata-mata”

Apa yang membuat pemblokiran ini bisa berlangsung masif? Jawabannya adalah sistem digital.

Pertamina menerapkan full QR Code untuk pembelian BBM subsidi di semua SPBU, baik untuk Solar maupun Pertalite.

Baca Juga: Ini 10 Website AI yang Perlu Diketahui oleh Mahasiswa, Jangan Ketagihan ya

Melalui QR, setiap transaksi terekam secara real-time, dan sistem “Subsidi Tepat” bisa mendeteksi pola pembelian mencurigakan.

Direktur Utama Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan bahwa sistem ini bukan sekadar formalitas.

“Subsidi tepat ini telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nopol kendaraan  untuk antisipasi maupun mitigasi adanya penyalahgunaan BBM di SPBU.” dikutip Akurat.

Baca Juga: Ini 10 Website AI yang Perlu Diketahui oleh Mahasiswa, Jangan Ketagihan ya

 

Dampak Nyata Kuota Subsidi Mendekati Batas

Menurut Mars Ega, langkah pengawasan digital ini sudah memberikan dampak signifikan. Hingga Oktober 2025, konsumsi Solar dan Pertalite menurun. 

Kuota Solar diperkirakan terkendali di bawah 1,5%dari alokasi kuota Patra Niaga.

 Sementara untuk Pertalite, realisasi diproyeksikan lebih rendah sekitar 10% dari target kuota 2025.

Baca Juga: Ini 10 Website AI yang Perlu Diketahui oleh Mahasiswa, Jangan Ketagihan ya

Artinya, upaya pemantauan ini benar-benar mulai “menggerus” penyaluran subsidi yang selama ini rawan disalahgunakan.

 

Tak Hanya Mobil, SPBU Juga diintai

Pemblokiran kendaraan bukan satu-satunya langkah tegas.

Pertamina juga memberikan pembinaan kepada 544 SPBU sepanjang tahun 2025 agar mengikuti prosedur penyaluran subsidi yang ketat. 

Baca Juga: Viral! Anak Nyelonong Lewati Pagar Ragunan Cuma Buat Ambil Anggur, Hampir Diseret Monyet! Lah Kok Bisa?

Dengan pembinaan ini, Pertamina berharap SPBU tidak menjadi “lubang bocor” distribusi subsidi ilegal, dan bisa ikut menjaga agar BBM tepat sasaran.

 

 Ancaman atau Alarm untuk Pengendara Biasa?

Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna kendaraan biasa.

Baca Juga: Viral! Anak Nyelonong Lewati Pagar Ragunan Cuma Buat Ambil Anggur, Hampir Diseret Monyet! Lah Kok Bisa?

Bayangkan sistem memantau setiap scan QR di SPBU, dan jika pola pembelian dianggap “aneh”, nopol Anda bisa tiba-tiba masuk daftar blokir.

Bagi banyak orang, ini seperti alarm digital yang membuat mereka merasa diawasi terus  sekali salah langkah kecil dalam isi BBM, bisa terkena konsekuensi besar.***