POJOKSATU.ID – Pemerintah Iran menyambut baik tawaran Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk menjadi mediator dalam konflik antara Teheran dan Washington yang kembali memanas.
Respons tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada Minggu (1/3/2026), menyusul meningkatnya ketegangan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam siaran persnya, Kedubes Iran secara terbuka mengapresiasi inisiatif diplomatik Indonesia.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) pada Sabtu (28/2/2026) menegaskan bahwa Presiden Prabowo siap menjalankan peran mediasi apabila kedua pihak yang berseteru menyetujuinya.
Dalam unggahan resminya, Kemenlu RI menyatakan, “Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi.”
Lebih lanjut, pemerintah juga menyampaikan kesiapan konkret untuk terlibat langsung dalam proses tersebut.
Baca Juga: Pelajar SMAN 2 Karawang Bagi-bagi Takjil, Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan
“Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap melakukan perjalanan ke Teheran untuk melaksanakan mediasi,” lanjut pernyataan tersebut.
Langkah ini menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, terutama dalam mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.
Indonesia selama ini dikenal aktif dalam diplomasi internasional, baik di forum multilateral maupun bilateral.
Baca Juga: Rudal Iran Hantam Pemukiman Warga Beit Shemesh Israel Tengah, 8 Tewas 20 Luka-luka
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan dunia setelah rangkaian serangan yang melibatkan Israel dan Washington terhadap target di wilayah Iran.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Di tengah dinamika geopolitik yang kompleks, tawaran Prabowo dinilai sebagai upaya strategis untuk meredakan situasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi global.
Meski demikian, efektivitas mediasi sangat bergantung pada kesiapan kedua pihak untuk duduk bersama dan membuka ruang dialog.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Washington terkait tawaran tersebut.
Perkembangan ini menjadi perhatian internasional, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.***




