POJOKSATU.id, JAKARTA— Keluarga Ipda M Hadi Zulkarnain calon suami Shintia Indah Permatasari yang bunuh diri di penginapan di Purus, Kota Padang, bersuara soal mahar Rp 500 juta.

Keluarga Ipda M Hadi Zulkarnain membantah persoalan mahar Rp 500 juta yang menyebabkan Shintia Indah Permatasari bunuh diri.

Dari Rp 500 juta uang mahar yang disepakati kedua belah pihak, ternyata Rp 300 juta disediakan pihak keluarga Ipda M Hadi Zulkarnain.

Bahkan calon suami Shintia, Hadi, telah mentransfer uang ke Shintia dengan total sebesar Rp 200 juta untuk biaya-biaya persiapan pernikahan.

Baca Juga: TKD Jawa Tengah Prabowo-Gibran Berisi Banyak Tokoh dan Ulama, Kukrit SW Jadi Ketua

“Tidak ada kaitannya dengan uang jemput pernikahan. Semua uang berasal dari keluarga Hadi. Shintia tidak ada support dari keluarganya,” ujar Tante Hadi Zulkarnain, Rice, Minggu (19/11).

Hadi telah mentransfer uang ke Shintia dengan total sebesar Rp 200 juta.

Uang Rp 200 juta ini untuk biaya pernikahan Hadi membantu keluarga Shintia, seperti untuk pakaian atau cetak undangan.

“Hadi sudah transfer ke Shintia. Ini bukti transfer ada. Ini untuk membantu. Karena Shintia meminta. Karena keluarganya tidak men-support,” kata Tante Hadi.

Terkait uang jemputan Rp 500 juta, keluarga Hadi Zulkarnain juga memberikan penjelasan. Menurutnya, uang jemputan ini hasil negosiasi bersama antara kedua belah pihak.

Baca Juga: Makin Dekat Pemilu 2024, Sandiaga Uno Ungkap Alami Intimidasi Saat Kampanye 2017 dan 2019 Lalu

“Mengenai uang jemputan, hasil nego kita bersama. Dan hasil kesimpulan bersama itu sebesar Rp 500 juta itu memang finalnya segitu,” ujarnya dilansir Kumparan.

Rice mengungkapkan, uang jemputan pernikahan Rp 500 juta tersebut tidak sepenuhnya dibebani ke keluarga Shintia. Dimana keluarga M Hadi Zulkarnain juga turut membantu.

“Kami selaku pihak keluarga sudah banyak memberikan bantuan ke keluarga perempuan. Lagian uang jemputan ini juga untuk mereka nanti. Dari uang jemputan Rp 500 juta ini, disepakati Rp 300 juta dari pihak kami membantu keluarga Shintia,” tegasnya.

“Kemudian, kami minta Rp 200 juta ke pihak keluarga Shintia, mereka menyanggupi. Sudah banyak toleransi. Rp 300 juta dari kami, nanti disebutkan Rp 500 juta diberikan oleh pihak keluarga Shintia, padahal Rp 300 juta dari kami,” katanya lagi.


Uang Jemputan Kesepakatan Awal

Calon suami Shintia bernama Muhammad Hadi Zulkarnain, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) berpangkat Ipda yang kini berdinas di Ternate, Maluku Utara.

Keluarga Hadi angkat suara perihal uang jemputan pernikahan ini. Rice menjelaskan bahwa persoalan uang jemputan pernikahan tersebut kesepakatan dari awal sebelum dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

Baca Juga: Mahasiswi Calon Dokter yang Bundir di Padang Berasal dari Bekasi Barat, Sudah Mau Lulus Sedang Koas

“Jadi kalau itu kan adat. Kalau adat tidak ada yang bisa menyanggah atau apa pun. Jadi kita ingin mengangkat adat itu,” kata Rice.

Dikatakannya, uang jemputan pernikahan tersebut tidak ada paksaan, meskipun keluarga Hadi berasal dari Pariaman.

Akan tetapi akhirnya adat pernikahan tentang uang jemputan itu tetap dipakai. Menurut keluarga Hadi, tidak ada masalah atau kesalahan dalam uang jemputan ini.

Rice menambahkan, bahkan apabila keluarga Shintia tidak bisa menyanggupi uang jemputan yang tersisa Rp 200 juta, persoalan ini juga bakalan Hadi yang membantu.

Baca Juga: Saung Pak Ewok Bogor Masih Eksis, Nikmati Segarnya Sop Buah Menggoda Penuh Cerita Ini

“Hadi bilang, akhir-akhir ini mungkin Hadi yang akan menutupi uang Rp 200 juta yang akan dibebani ke keluarga Shintia,” ujarnya.

Rice membantah bahwa penyebab Shintia Indah bunuh diri di penginapan di Purus Kota Padang gara-gara uang jemputan.

Sebab, keluarga Hadi telah banyak membantu dan menyelesaikan persoalan uang jemputan.

“Tidak ada kaitannya dengan uang jemput pernikahan. Semua uang berasal dari keluarga Hadi. Shintia tidak ada support dari keluarganya,” ujarnya.


Ipda Hadi Terakhir Bertemu Kamis

Hadi dan Shintia terakhir bertemu pada Rabu dan Kamis atau tiga hari sebelum Shintia bunuh diri. Mereka melakukan sesi prewedding di Kota Padang dari pagi sampai malam.

Usai prewedding, Hadi kembali ke Ternate untuk dinas. Sementara Shintia kembali ke Pariaman.

Rice mengatakan, hubungan Hadi dan Shintia selama ini berjalan baik.

Sesi prewedding menjadi pertemuan terakhir mereka hingga akhirnya pada Senin (13/11) Shintia Indah Permatasari ditemukan gantung diri di penginapan di Purus Kota Padang.***