POJOKSATU.id, BOGOR— Rektor IPB Prof Arif Satria menyebut telah membentuk tiga tim usai kejadian terbakarnya mahasiswa S2 IPB, Laila Atika Sari SPt, di laboratorium saat penelitian.
Laila Atika Sari SPt, mahasiswa Program S2 Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan IPB, tewas usai terbakar di dalam laboratorium, Jumat (18/8) saat melakukan penelitian terkait analisis lemak bahan pakan dengan metode soxlet.
Laila sempat dilarikan ke RSCM Jakarta dan meninggal di rumah sakit pada Sabtu (19/8) akibat luka bakar yang dideritanya.
Baca Juga: Mahasiswa Program S2 IPB Tewas Terbakar di Laboratorium, Rektor IPB Beberkan Kronologinya
Menurut Rektor IPB Prof Arif Satria dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/8/2023), mereka telah membentuk tiga tim untuk menangani permasalahan ini.
Tim ini sekaligus juga melakukan antisipasi untuk memastikan keselamatan kerja di laboratorium serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan kampus.
Ketiga tim tersebut dikoordinasikan oleh Sekretaris Institut atau Sekretaris IPB University, Prof Agus Purwito.
Prof Arif menjelaskan, tiga tim yang dibentuk tersebut. Pertama Tim Investigasi. Tim ini akan bekerjasama dengan Kepolisian untuk menggali kronologis detail kejadian, termasuk mengecek prosedur baku (SOP) dan hal-hal lain yang perlu diketahui.
Baca Juga: Sekjen PDIP Hasto ‘Ngeles’ Prabowo Lakukan Politik Pecah Belah Kala Rebut Budiman Sudjatmiko
Tim Kedua, Tim Evaluasi Laboratorium. Menurut Rektor IPB, tim evaluasi ini akan melakukan pengecekan alat-alat dan fasiltas pada seluruh laboratorium di IPB, khususnya alat-alat laboratorium yang berisiko tinggi saat digunakan.
Ketiga, Tim Keselamatan Kerja di Kampus. Tim ini dibentuk untuk memastikan keselamatan kerja, baik dalam kegiatan akademik, pengabdian pada masyarakat, maupun dalam hal kehidupan kampus pada umumnya, termasuk ketertiban dan keselamatan lalu lintas.
"Sebagian besar tim ini berasal dari Kantor Manajemen Risiko yang akan mengevaluasi berdasarkan pedoman dan petunjuk pelaksanaan sistem manajemen laboratorium yang telah dimiliki," jelasnya.
Sementara itu Sekretaris Institut atau Sekretaris IPB University, Prof Agus Purwito menjelaskan, melalui langkah-langkah ini, mereka mengupayakan untuk memastikan kembali seluruh laboratorium yang ada di IPB University dalam keadaan aman.
Baik itu digunakan untuk kegiatan akademik, termasuk keselamatan kerja di seluruh aspek kegiatan dalam kehidupan kampus.
“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi,” ujar Prof Agus Purwito.***




