POJOKSATU.id, JAKARTA-- Dunia pers Indonesia berduka, wartawan senior Salim Said meninggal dunia Sabtu malam (18/5) di usia 81 tahun.
Wartawan senior Salim Said meninggal dunia di RS Cipto Mangunkusumo atau RSCM pada Sabtu sekitar pukul 19.33 WIB akibat sakit yang dideritanya.
Salim Said yang merupakan mantan Duta Besar RI di Ceko.
Salim Said lahir pada 10 November 1943 di Amparita, Afdeling Parepare, Hindia Belanda atau saat ini Provinsi Sulawesi Selatan saat ini.
Kabar duka ini tersiar di grup-grup wartawan dalam aplikasi berbagi pesan Whatsapp.
"Sahabat kita, wartawan senior, tokoh pers dan perfilman Nasional, Prof DR Salim Said, telah tiada. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun," tulis pesan itu.
Malam ini jenasah disemayamkan di rumah duka, Jalan Redaksi No 149, Komplek Wartawan PWI Cipinang, Jakarta Timur.
Menurut rencana almarhum akan dikebumikan Minggu siang (19/5) di Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Anggota Komisi II DPR RI Minta DKPP Usut Tuntas Dugaan Kasus Asusila Ketua KPU Labusel
Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun mengungkapkan bahwa Salim Said adalah wartawan senior yang kini lebih dikenal sebagai akademisi karena kemampuan intelektualnya.
“PWI Pusat sangat berduka atas wafatnya Prof Salim Said, seorang wartawan di Majalah Tempo, yang belakangan malah lebih dikenal sebagai intelektual,” ujar Hendry Bangun, Sabtu (18/5/2024).
Semasa hidupnya, Salim Said telah menjadi teladan bagi seluruh insan pers di Indonesia. Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam, karena Indonesia telah kehilangan salah satu tokoh pers besarnya.
“Kita kehilangan tokoh pers besar yang semakin jarang tampak, padahal dunia pers membutuhkan keteladanan seperti Prof Salim Said yang produktif dengan karya bermutu, dan tidak pernah takut menyatakan kebenaran,” ungkap Hendry Ch Bangun.***




