POJOKSATU.ID – Inilah tampang SM alias Syamsul (30) oknum guru agama di sebuah yayasan Pandeglang, Banten.
Seperti diketahui, belakangan ini nama Syamsul tengah ramai jadi sorotan publik di berbagai media sosial.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai oknum guru agama tersebut baru saja ditangkap polisi terkait kasus tindak asusila.
Baca Juga: Tiga Alasan Honorer Tolak Skema PPPK Paruh Waktu, Layangkan 7 Tuntutan Resmi ke Kemendagri
Yang mana, Syamsul terbukti telah cabuli 8 orang siswi di ruang lingkup sekolah tempatnya mengajar.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Info Pandeglang pada Minggu (15/6/2025).
Dalam unggahannya, tampak publik ramai menyoroti kasus pencabulan oknum guru agama tersebut.
Baca Juga: Kronologi Kasus Syamsul, Oknum Guru Agama di Pandeglang Ditangkap Polisi Usai Cabuli 8 Siswi
Beberapa di antaranya bahkan turut menghujat Syamsul lantaran telah mencoreng nama baik institusi pendidikan.
“Kebanyakan pelakunya guru agama. Aktifitas belajar mengajar agama harusnya di stop dulu di Indonesia,” cuit @AbdulGhofir.
“Ya allah ya rabb harusnya pemerintah tegas terhadap Org2 sperti ini merusak mental dan masa depan anak bangsa,” ketik @Azizah.
Baca Juga: 271 Sekolah di Bandung Barat Tanpa Kepsek, Kadis Pendidikan: Pengangkatan Mulai 23 Juni
“Punya anak cw jadi was was ya, kejahatan model gini ga dimana mana ada aja, harus ada efek jera sih,” cuit akun @YusufSuherman.
Diketahui, terungkapnya aksi bejat Syamsul usai orang tua korban melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.
Dalam laporan tersebut, orang tua korban mengaku dan menyerahkan bukti bahwa anaknya telah menjadi target asusila gurunya sendiri.
Mengetahui hal tersebut, pihak kepolisian sontak bergegas mengamankan Syamsul pada Kamis (12/6/2025).
Setelah ditangkap, oknum guru agama itu tidak bisa mengelak dan berakhir mengungkapkan semua rangkaian aksi bejatnya.
Dalam pengakuannya, dirinya mengaku telah melancarkan aksinya sejak para korban duduk di bangku kelas 7 SMP.
Baca Juga: Antisipasi Kecurangan, Unpad Siapkan Aplikasi Ujian SMUP Dilengkapi Face Recognition
Seperti diketahui, para korban yang menjadi target tindak asusila Syamsul ini telah beranjak naik tingkat ke kelas 8.
“Saya mengajar di semua kelas, biasa dibidang BTQ kalau malam itu ngajarin ngaji kitab,” jelas Syamsul.
“Saya melakukan pencabulan ini kepada delapan orang, dari kelas 7 sampai kelas 8. Saya melakukan itu dari tahun 2024,” lanjutnya. ***



