POJOKSATU.id - Penangkapan pelaku sindikat habib palsu untuk mendapatkan gelar keturunan Nabi Muhammad SAW dengan bermodalkan blogspot, mengejutkan masyarakat saat bersiap menyambut bulan Ramadhan 2024.
Silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia ini ternyata sudah diguncang sejak lama dengan munculnya habib palsu.
Ini terlihat dari daftar nama habib palsu yang mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW. Pernyataan ini pernah dikeluarkan oleh Rabithah Alawiyah pada 2020.
Organisasi resmi yang menaungi dan mencatat keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia ini menyampaikan daftar nama habib palsu kerap banyak pihak yang mengaku sebagai bagian dari keluarga Azmatkhan.
Sebagai informasi, Azmatkhan adalah sebutan bagi keturunan Nabi Muhammad SAW dari kabilah ba'alawi.
Azmatkhan berasal dari penggabungan dua kata dalam bahasa Urdu, yaitu "Azmat" yang berarti mulia, terhormat, dan "Khan" yang artinya komandan, pemimpin, atau penguasa. Istilah ini ditujukan kepada keturunan Nabi Muhammad SAW.
Dalam pegumuman yang dikeluarkan pada 11 Juni 2020 oleh Rabithah Alawiyah disampaikan informasi sebagai berikut:
"Dengan ini, kami menyatakan bahwa wabilah Azmatkhan adalah salah satu wabilah/marga dari Saadah Bani Alawi yang nasabnya tersambung ke Sayyid Alwi Ammul Fagih bin Muhammad Shohib Mirbath akna tetapi lembaga kami sampai saat ini hanya mempunyai syajarah nasab keturunan Azmatkhan sampai walisongo saja sehingga kami tidak dapat mengisbat/mengesahkan kebenaran jalur nasab tersebut kebawahnya.
Kami juga mengklarifikasi bahwa Maktab Daimi-Rabithah Alawiyah TIDAK PERNAH memberikan pengakuan kepada lembaga nasab Asyraf Azmatkhan Ahlulbait Internasional maupun logonya."
Habib Asli atau Habib Palsu
Dikutip dari NU Online, Direktur Aswaja NU Center Kabupaten Bekasi, Usamah Zahid sempat mengungkapkan cara membedakan habib asli dan palsu.
“Cara paling tepat atau valid untuk cek kebenaran habib asli atau palsu adalah dengan mendatangi Rabithah Alawiyah yaitu organisasi yang menghimpun WNI yang memiliki keturunan langsung dengan Rasulullah SAW,” kata Usamah.
Usamah Zahid juga menjelaskan bahwa pada dasarnya seorang habib adalah dzuriyyah rasul atau keturanan Rasullah SAW lewat jalur Sayyidina Ali dan Sayyidatuna Fatimatuh.
Dari jalur itu, putra Sayyidina Hasan dan Husen kemudian lalu menurunkan generasi di berbagai belahan dunia termasuk salah satunya di Indonesia.
Dari sisi karakater, seseorang yang menyandang gelar habib sudah pasti harus memiliki sifat-sifat cinta dalam setiap perilaku dan akhlaknya.
Ia juga menyebut kategori Habib dalam pandangan Kiai Usamah Zahid, sebagai berikut.
1. Habib Asli yang Alim
Habib dalam kategori ini merupakan habib yang harus dihormati dan patut dimuliakan karena di dalam dirinya mengalir darah Rasulullah SAW.
Menemukan habib yang alim, masyarakat harus tunduk terhadap pendapat yang dikemukakan habib tersebut karena keilmuan yang dimilikinya.
2. Habib Asli yang Tidak Alim
Kategori habib ini asli, tetapi habib ini kurang memahami ilmu agama karena mungkin saja habib tersebut tidak pernah mengenyam pendidikan baik di sekolah atau pesantren.
Kepada habib golongan kedua ini, kita harus tetap takzim dan menghormatinya sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.
3. Habib Palsu
Kiai Usamah menegaskan, jenis habib ini hanya sekadar mengaku-aku saja bahwa dirinya habib, tetapi tidak memiliki akhlak yang baik.
Jika sudah dicek bahwa habib tersebut palsu, maka tinggalkan saja tanpa perlu menghina, tak usah melakukan perundungan, karena dia tetaplah manusia.
Pendapat ini sejalah dengan Prof Quraish Shihab yang menyebut setidaknya ada 3 syarat yang pantas menyandang gelar Habib, yaitu harus dipastikan silsilahnya adalah keturunan Nabi Muhammad SAW, memiliki ilmu yang luas dan berakhlak yang luhur.
Daftar Nama Habib Palsu
Terkait habib palsu itu, Rabithah Alawiyah dalam pernyataan tahun 2020 yang menegaskan tidak pernah mengakui lembaga nasab Asyraf Azmatkhan Ahlulbait Internasional, mencatatkan daftar nama Habib Palsu sebagai berikut.
- Al Habib Muhammad Jaelani Azmatkhan-Indramayu
- Al-Imam Asy-Syaikh An-Naqib Al-Habib Prof. Dr. KH. R. Shohibul Faroji Azmatkhan, S. Ag. MA-Jakarta
- Al Habib Muhammad Irwan Arifin Al Kaff-Banjarmasin
- Al Habib Muhammad Hamdani Al Kaff-Banjarmasin
- Al Habib Muhammad Rabbani Azmatkhan-Sampit
- Al Habib Muhammad Chatab Azmatkhan-Samarinda
- Al Habib Muhammad Ali Syahbana Al Kaff-Banjarmasin
- Al Habib Khairul Azmatkhan - Kalimantan Selatan
- Al Habib Ishaq Asmatkahan - Martapura
- Al Habib Jazuli Rahman Al-Qadri-Banjarmasin
- Al Habib Hadi bin Abdullah Azmatkhan-Jakarta
- Al Habib Yusuf Bin Imron Bahasyim-Martapura
- Al Habib Ahmad Abdul Fatah Alaydrus-Samarinda
- Al Habib Abbas bin Fuad Hasyim Azmatkhan-Cirebon
- Al Habib Ahmad Azmatkhan-Malang
- 16. Al Habib Abdul Hakim Azmatkhan-Jakarta
- Al Habib Ahmad Adib Nawawi Azmatkhan-Semarang
- Al Habib Ali Azmatkhan-Surabaya
- Al Habib Akbar bin Muhammad Bafaqih-Banjarmasin
- Al Habib Jafar bin Abdurrohman Azmatkhan-Bandung
- Al Habib Aziz Zein Azmatkhan-Pontianak
- Al Habib Muhamad Yusuf Ramli Al Kaff-Banjarmasin
- Al Habib Rizal bin Fauzi Ba'alawy-Jakarta
- Habib Mardi Bahasyim-Martapura
- Al Habib Muhammad Alaydrus-Jambi
- Al Habib Muhammad Azmatkhan-Jakarta
- Al Habib Nuzly Ramadahani Azmatkhan-Martapura
- Al Habib Seggaf bin Rafiq Alaydrus-Kalimantan Timur
- Al Habib Nur'id Khalil Azmatkkhan-Martapura
- Al Habib Yahya bin Thohir Alaydrus-Borneo
- Al Habib Zainal Ilmi Azmatkhan-Martapura
- Al Habib Ramzi bin Fauzy Ba'alawy-Jakarta
- Al Habib Umar Alaydrus-Jambi
Daftar nama tersebut bisa menjadikan salah satu patokan untuk mengetahui habib asli dan palsu yang mungkin masih tersebar di berbagai daerah lain. ***




