POJOKSATU.id, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, akan bertemu Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Rencananya, pertemuan Surya Paloh dan SHY tersebut akan diselenggarakan di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/2/2023).
Ada beberapa pembahasan yang akan dibahas oleh kedua tokoh ketua umum parpol tersebut.
Salah satu pembahasan intinya yaitu terkait deklarasi Koalisi Perubahan yang digagas bersama PKS.
Demekian disampaikan Juru Bicara Demokrat, Herzaky Mahandera dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (21/2/2023).
BACA JUGA: AHY-Surya Paloh Bakal Bertemu, Herzaky Bocorkan Agenda yang Bakal Dibahas
"Deklarasi Koalisi Perubahan akan menjadi pokok bahasan di antara kedua tokoh ini," ujar dia.
Kendati demikian, Herzaky sama sekali tak menyinggung soal pencapresan Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Alumni Universitas Indonesia (UI) itu menyebutkan, selain bahas soal deklarasi, Surya Paloh-AHY juga membahas perihal lain.
Itu seperti penandatanganan MoU dan peresmian Sekertariat Koalisi Perubahan.
"Pembentukan Sekretariat Perubahan, persiapan penandatangan MoU," ungkap dia.
BACA JUGA: Gegara Usung Anies Baswedan, Hubungan Jokowi dengan Surya Paloh Retak
Kemudian, membahas soal sistem pemilu proporsional terbuka menjadi tertutup yang saat ini sedang dilakukan judicial review di MK.
"Judicial review sistem pemilu proporsional terbuka, upaya penundaan pemilu," ujar dia.
Tak hanya itu, kedua tokoh politik nasional tersebut juga akan membahas masalah kebangsaan dan tantangan kedepannya.
"Membicarakan isu-isu kebangsaan dan kerakyatan terkini," ucap dia.
Herzaky mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Surya Paloh akan datang bersama rombongan NasDem di kantor DPP Partai Demokrat sekitar Pukul 10.00 Wib.
BACA: Surya Paloh Terbuka Jika Ingin Bertemu Megawati, Asal Bukan Mencari Kepentingan Partai
Adapun AHY, akan didampingi Sekjen Demokrat, Teuku Riefky, Bendahara Renville Antonio, Waketum Benny K Harman.
Kemudian, Wasekjen Renanda Bachtar, Ka BPOKK Herman Khaeron, Ka Bappilu Andi Arief dan beberapa pengurus teras lainnya. (Mufit/Pojoksatu)




