POJOKSATU.id, JAKARTA—Polda Metro Jaya membeberkan kronologi pembunuhan korban AB alias A (33) yang jasadnya dimasukkan ke dalam karung di Tangerang dan sempat terekam CCTV dibawa pakai motor bebek.
Kasus ini berawal saat pelaku N alias R (23) merasa kesal dengan korban karena omongan pelaku tak didengarkan oleh korban.
Kejadian pembunuhan yang aksi pelaku terekam CCTV saat membawa jasad korban dengan motor bebek ini terjadi pada Minggu (20/4/2025) atau sepekan lalu.
"Pada Minggu (20/4) sekitar pukul 13.30 WIB, saat korban dan pelaku bekerja di tempat bordir, sambil ngobrol terkait pekerjaan," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra saat konferensi pers, Jumat (25/4).
Baca Juga: KPK Sita Aset Ridwan Kamil Mulai Moge hingga Mobil, Tak Didaftarkan LHKPN, Atas Nama Orang Lain
Dalam obrolan itu tersangka merasa tersinggung karena korban bersikap acuh kepada tersangka.
Kemudian sekitar pukul 15.30 WIB, karena tersangka merasa emosi dan juga dipengaruhi kebutuhan ekonomi, maka muncul niat tersangka untuk mencuri sepeda motor korban yang terparkir di tempat parkir.
"Tersangka sempat mengecek motor korban yang di tempat parkir, tetapi, motor tersebut tidak ada kuncinya sehingga ada niat tersangka untuk membunuh korban sehingga mendapatkan kunci motornya dan bisa mencuri motor korban," kata Wira.
Setelah mengecek motor, tersangka kembali untuk berpura-pura membantu korban.
Baca Juga: KPK Sita Aset Ridwan Kamil Mulai Moge hingga Mobil, Tak Didaftarkan LHKPN, Atas Nama Orang Lain
Saat korban lengah, tersangka secara tiba-tiba menyikut dengan tangan kanannya dan mengenai tengkuk korban.
Akibatnya kepala korban membentur meja bordir kemudian korban jatuh tersungkur ke lantai.
"Pada saat korban dalam kondisi lemas dan berusaha untuk berdiri, tersangka membenturkan kepala korban sebanyak tiga kali ke lantai," katanya.
Setelah itu, tersangka menggunakan besi memukul leher kanan korban sebanyak dua kali dan menggunakan piring bekas makan yang berada di dekat tersangka untuk memukul kepala korban sehingga piring tersebut pecah.
Baca Juga: Kamandalu Ashitaba Tembus Pasar Global, BRI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Produk Herbal Asal Semeru
Kemudian tersangka menggunakan besi shockbreaker untuk memukul leher depan korban sebanyak dua kali dan dilanjutkan memukul kepala korban secara acak sebanyak lima kali.
Kemudian untuk mengetahui apakah korban masih hidup atau tidak, pelaku menyayat jari korban dengan pisau.
"Setelah memastikan korban meninggal, kemudian tersangka membungkus korban dalam plastik dan karung sebanyak tiga lapis, kemudian diikat dengan kain bekas," kata Wira.
Setelah itu, pelaku mengangkat karung yang berisi mayat korban ke atas dek motor milik korban. Kemudian pergi untuk membuang mayat korban menggunakan motor dan aksinya ini sempat terekam CCTV.***




