POJOKSATU.id, JAKARTA— Salah seorang warga bernama Bambang Setiawan (59) tewas dikeroyok anggota ormas di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis malam, 27 Agustus 2026.
Selain Bambang, Fatur siswa SMA warga Pejompongan, juga ikut dikeroyok atau dianiaya hingga masuk rumah sakit.
Kejadian pengeroyokan ini viral di media sosial Instagram diunggah banyak akun sejak Jumat dinihari (28/8).
Menanggapi kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto pun angkat bicara.
Baca Juga: Strategis di Jalur JLS, Koperasi Desa di Puger Jember Bidik Peluang Jadi Rest Area Wisatawan
”Tentang ormas, kami masih melakukan pendalaman terkait karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat 28 Agustus 2026.
Tak hanya dugaan keterlibatan ormas, pendalaman juga dilakukan karena tidak sedikit di antara video yang beredar di media sosial adalah hoax.
”Teman-teman harus memahami banyak unggahan di media sosial yang disinformasi, provokasi dan hoax,” jelasnya.
Salah satunya, video lama yang sama sekali tidak terkait dengan aksi di DPR, kembali diunggah dan dikait-kaitkan dengan aksi tersebut.
”Ini harus kami menjelaskan kepada teman-teman, kepada masyarakat, informasi ini harus valid. Makanya saya tadi dibilang katanya, saya tidak mau kalau pertanyaan itu katanya. Karena pertanyaannya saja salah pasti saya menjawab juga ambigu,” tegasnya.
Baca Juga: Dua Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo 27 Agustus, Satu Tewas Satu Lagi Luka Parah
Berita sebelumnya, dua warga Pejompongan Jakarta Pusat menjadi korban kerusuhan demo 27 Agustus 2026 pada Kamis malam hingga Jumat dinihari.
Satu warga yang merupakan pedagang cermin yaitu Bambang Setiawan (59) tewas dikeroyok dan jenazahnya sempat dibawa ke RS Polri.
Sementara satu warga lainnya yaitu Faturrohman (18) atau Fatur menderita luka parah usai mendapat penganiayaan dari sejumlah orang yang diduga berasal dari ormas.
Dengan kondisi wajah yang babak belur, Faturrohman mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang.
Saat itu, dia sedang berdiri di depan gang dekat rumahnya. Sekelompok orang yang terlibat kericuhan tiba-tiba masuk ke dalam gang dan mendorongnya hingga terjatuh.
Setelah itu, ia mengaku diseret keluar gang oleh sejumlah orang yang disebutnya mengaku sebagai intel.
"Saya lagi berdiri di depan gang rumah. Terus yang rusuh-rusuh masuk ke dalam, dorong saya sampai jatuh. Setelah itu, intel-intel masuk dan menarik saya. Ngakunya intel dari DPR," ujar Faturrohman kepada wartawan di Pejompongan, Jumat (28/8/2026).
Ia mengaku telah menjelaskan kepada orang-orang tersebut bahwa dirinya merupakan warga setempat dan tidak terlibat dalam aksi kerusuhan.
"Sudah ngaku kalau saya warga sini, tapi dia enggak percaya. Langsung ditarik ke luar dan disamperin sama teman-temannya, terus saya digebukin," ungkapnya.***




