POJOKSATU.id - Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya menyebut bahwa Anies Baswedan sejatinya sudah memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk jadi cawapres.
Akan tetapi, keinginan Anies Baswedan memilih AHY cawapres tidak dapat terwujud karena inisiatif Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Dalam keputusannya, Surya Paloh justru 'mengawinkan' Anies Baswedan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Baca Juga: 7 Inspirasi Desain Kamar Tidur Minimalis untuk Remaja Pria yang Nyaman
Melalui keterangannya yang diterima Pojoksatu.id pada Kamis 31 Agustus 2023 malam, Riefky menyatakan bahwa keingin Anies meminang AHY itu sudah diutarakan kepada elite ketiga parpol koalisi secara langsung.
Yakni Surya Paloh, Salim Segaf Al Jufri dan Ahmad Syaikhu, serta kepada AHY bahkan juga kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurut Anies, lanjut Riefky, ketiga pimpinan parpol tersebut menerima keputusannya dan tidak ada penolakan.
Baca Juga: Demam Nikel
Kepada elite parpol pengusung itu, Anies menyampaikan alasan memilih AHY sebagai cawapres.
Diantaranya, AHY dinilai Anies memenuhi seluruh syarat dan kriteria yang ditentukan dalam piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Selain itu, Anies menilai AHY juga memiliki keberanian dan bersedia menempuh risiko untuk menjadi pendampingnya.
Baca Juga: Hasil Undian Liga Champions: Ini Grup Neraka Berdasarkan Nilai Skuad
Meskipun Demokrat juga terancam diambil alih oleh Moeldoko melalui PK di Mahkamah Agung (MA).
"Anies melihat syarat keberanian itu sebagai syarat ke-0, yang tidak dimiliki oleh kandidat cawapres lainnya. Pernyataan soal syarat ke-0 ini juga telah disampaikan kepada publik," tuturnya.
Tidak hanya itu, Anies dan Tim 8 juga sependapat bahwa tidak ada alasan lagi untuk menunda waktu deklarasi.
Karena waktunya sudah semakin mendesak dan sesuai mandat yang dimiliki, Anies sudah menentukan cawapresnya.
Baca Juga: Hasil Drawing Liga Champions Musim 2023/24: Ini 3 Grup Neraka
Bahkan, Anies menuliskan keputusannya itu dalam bentuk surat tulisan tangan yang ditandatangani, yang ditujukan kepada AHY.
Surat itu dikirimkan Anies pada 25 Agustus 2023 atau 6 hari lalu.
"Inti dari surat tersebut ialah untuk meminta secara resmi agar Ketum AHY bersedia untuk menjadi cawapresnya," ujar Riefky.
Baca Juga: Hasil Undian Liga Champions: PSG dan Milan Masuk Grup Neraka, Man City Ditantang 3 Kuda Hitam
Jauh sebelumnya, sambung Riefky, Anies juga sudah menghubungi AHY secara langsung pada 12 Juni 2023.
"Anies mengatakan kepada AHY 'saya ditelepon beberapa kali oleh ibu saya dan guru spiritual saya, agar segera berpasangan dengan capres-cawapres Anies-AHY,” beber Riefky.
Bahkan 25 Agustus 2023, Anies juga sudah mengungkapkan keinginan berpasangan dengan AHY melalui surat yang ditulis tangan sendiri oleh Anies.
Baca Juga: Ulang Tahun ke-26, Jungkook BTS Tulis Pesan Panjang Ini untuk ARMY
Inti dari surat Anies untuk AHY itu adalah meminta secara resmi kesediaan AHY menjadi cawapres Anies Baswedan.
Lalu bagaimana isi surat Anies Baswedan yang memita AHY jadi cawapresnya?
Berikut ini isi surat Anies kepada AHY yang ditulis tangan:
Baca Juga: Hasil Lengkap Hari ke-3 Wakil Indonesia di Xpora IIC 2023
Mas AHY Yth
Semoga dalam keadaan sehat, tetap produktif dan selalu dalam keberkahan-Nya.
Melalui pesan singkat ini, kami bermaksud menyampaikan harapan, agar Mas AHY berkenan untuk menjadi pasangan dalam mengikuti Pilpres 2024.
Teriring, salam hormat
Baca Juga: Unggah Wajah Calon Suaminya, Larissa Chou Tenangkan Netizen : Beliau Hari Ini Bukan Beliau yang Dulu
Di bagian bawah surat tulis tangan dengan tinta biru tersebut terdapat bubuhan tandatangan Anies Baswedan.
Tapi pada kenyataannya, cawapres Anies Baswedan adalah Muhaimin Iskandar, bukan AHY.***




