POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).
Salah satu keputusan yang menjadi sorotan adalah pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN yang telah diembannya sejak Agustus 2024.
Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Posisi Dadan kini digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.
Baca Juga: XLSMART Perkenalkan Dunia Kerja Telekomunikasi kepada Pelajar SMK di Sumatera Utara
Menurut Prasetyo, keputusan pergantian itu diambil setelah Presiden Prabowo melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama kurang lebih satu setengah tahun.
"Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi bahan pertimbangan bapak presiden untuk melakukan pergantian ini. Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki," kata Prasetyo.
Selain Dadan, Presiden Prabowo juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Baca Juga: AI Marketing Tools: Panduan Cara Kerja dan Manfaatnya bagi Bisnis
Alasan Dadan Hindayana Dicopot
Prasetyo menjelaskan, hasil evaluasi pemerintah menemukan sejumlah catatan penting yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam penyelenggaraan program MBG.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan kedisiplinan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, pengawasan internal, hingga konsistensi menjaga kualitas makanan yang telah ditetapkan oleh BGN.
Pemerintah menilai berbagai temuan tersebut menjadi bahan evaluasi penting mengingat peran BGN yang sangat strategis dalam mendukung agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Peminat Membludak, Hanya 37 Persen Pendaftar Berpeluang Lolos ke MAN 2 Model Medan
"Keputusan dari pemerintah yang sudah diambil oleh Presiden Prabowo ini didasarkan sejumlah proses evaluasi.
Kita ketahui bersama bahwa Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis di dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat," ujar Prasetyo.
Profil Dadan Hindayana
Dadan Hindayana lahir di Garut pada 10 Juli 1967. Ia dikenal sebagai akademisi dan peneliti yang memiliki rekam jejak panjang di bidang pertanian, khususnya entomologi atau ilmu tentang serangga.
Baca Juga: Bukan Pengadaan Motor, Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot Karena Jual Beli Dapur MBG
Pendidikan sarjananya diselesaikan di Institut Pertanian Bogor pada tahun 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.
Setelah itu, Dadan melanjutkan pendidikan di Jerman dan meraih gelar doktor (Dr. rer. Hort) bidang Entomologi Terapan dari Leibniz University Hannover pada periode 1997–2000.
Sebelumnya, ia juga menempuh pendidikan magister di University of Bonn.
Sejak 1992, Dadan mengabdikan diri sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB.
Selama karier akademiknya, ia aktif melakukan penelitian terkait hama pertanian, ekologi serangga, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian.
Riwayat Jabatan Dadan Hindayana
Karier kepemimpinan Dadan terbilang panjang dan beragam. Ia pernah menempati sejumlah posisi strategis, antara lain:
- Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (2024–2 Juni 2026)
- Ketua STPK Banau Halmahera Barat (2014–2022)
- Direktur ad interim Direktorat Kerja Sama IPB (2007–2008)
Baca Juga: Dadan Hindayana Dicopot Prabowo Saat Berangkat Haji, Kondisi Rumahnya di Bogor Tak Disangka
- Direktur Direktorat Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB (2003–2008)
- Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi IPB (2001–2002)
Selain itu, Dadan juga dikenal sebagai konsultan berbagai kementerian dan terlibat dalam sejumlah program pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan, pertanian, dan penguatan kelembagaan.
Deretan Penghargaan
Sepanjang kariernya, Dadan menerima sejumlah penghargaan dan tanda jasa, di antaranya:
Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih, Kodim 0604 Karawang Resmikan Sumur Bor Program KASAD di SMAN 2 Klari
- Satyalancana Karya Satya XXX Tahun dari Presiden RI (2023)
- Satyalancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden RI (2019)
- Warga Kehormatan Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan (2016)
- Warga Kehormatan Kabupaten Halmahera Barat (2016)
- Satyalancana Karya Satya X dari Presiden RI (2007)
- Penghargaan Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu dari Menteri PPN/Bappenas (1994)
Baca Juga: Ade Sopian Resmi Dilantik Jadi Ketua RW 04 Karang Tengah, Siap Lanjutkan Program yang Tertunda
- Penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1992.
Selama memimpin BGN, Dadan menjadi salah satu figur sentral dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya.
Pergantian pimpinan ini menjadi bagian dari evaluasi pemerintah terhadap program yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. ***




