POJOKSATU.ID, JAKARTA - PDI Perjuangan berpeluang memimpin kolaisi besar jika nantinya benar-benar terbentuk.
Setidaknya ada tiga alasan mengapa PDIP bakal memimpin Koalisi Besar itu, terutama faktor elektabilitas dan pengalaman sebagai pemenang pemilu.
“PDIP sangat besar peluangnya untuk menjadi magnet pembentukan koalisi,” kata Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad kepada wartawan, Kamis (20/4).
BACA JUGA : Begini Rekayasa Lalin Jakarta Saat Libur Lebaran 2023, Antisipasi Lonjakan Pengunjung Obyek Wisata
Saidiman menjelaskan, tiga alasan yang membuat PDIP bisa menjadi pimpinan dari Koalisi Besar.
Pertama, PDIP adalah partai pemerintah yang saat ini kadernya menjadi kepala negara, yakni Presiden Joko Widodo.
Kedua, sambung Saidiman, PDIP adalah partai terbesar di parlemen dengan catatan sebagai pemenang Pemilu 2014 dan 2019.
BACA JUGA : Kondisi Terkini Arus Lalin di Gerbang Tol Cikampek, H-2 Lancar
Untuk yang ketiga, kata Saidiman lagi, salah satu tokoh potensial yang menjadi calon presiden yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, merupakan kader dari PDIP.
"Tokoh yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi sekarang adalah kader PDIP, Ganjar Pranowo,” pungkasnya.
Dalam survei terakhir SMRC, elektabilitas Ganjar menjadi paling unggul dan berada dalam tren positif.
BACA JUGA : Ternyata cuma Gegara Futsal, Kronologi Bentrok TNI vs Polri di Kupang sampai Serang Rumdin Kapolda NTT
Pada awal pekan pertama April, Ganjar mencatatkan elektabilitas 13 persen lalu kemudian naik di pekan kedua menjadi 16,5 persen.
Editor: Jumaidil Halide




