POJOKSATU.id, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyerukan tiga negara yang terlibat perang untuk menahan diri yaitu Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran.

Seruan Kemlu ini disampaikan melalui akun resmi milik Kemlu di laman X yaitu @Kemlu_RI, Senin (9/3/2026) seperti dikutip Pojoksatu.id.

Dikatakan Kemlu, setelah menerima laporan dari berbagai Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah mengenai situasi keamanan yang semakin mengkhawatirkan di kawasan, Pemerintah Indonesia kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya dan meluasnya ketegangan serta dampaknya di Timur Tengah.

Baca Juga: Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi H-3, Garut Jadi Tujuan Terpadat Warga Jabar

Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, serta menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan, termasuk Perserikatan Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait dan Yordania.

“Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara,” kata akun ini.

Indonesia mendorong para pihak untuk menahan diri secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kalbar Segera Hadir! Progres Sudah 11 Persen, Siap Tampung 1.200 Siswa

“Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat dampak konflik terhadap WNI yang berada di kawasan dan telah siapkan langkah kontijensi jika kondisi mengharuskan dilakukan repatriasi dari berbagai negara,” kata unggahan ini lagi.

Harga Minyak Dunia Naik

Perang AS-Israel dan Iran berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia.

Presiden AS Donald Trump menanggapi lonjakan harga minyak imbas perang yang dikobarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.

Trump menilai lonjakan harga minyak itu sebagai pergerakan jangka pendek dan merupakan 'harga yang sangat kecil untuk dibayar'.

Trump, seperti dilansir Bloomberg dan Al Arabiya, Senin (9/3), mengatakan lonjakan harga minyak akan turun dengan cepat 'ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir'.

"Harga minyak jangka pendek, yang akan turun dengan cepat ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar bagi AS, dan Dunia, dan Keamanan dan Perdamaian," tulis Trump dalam pernyataan via Truth Social.***