POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia bakal segera mengirimkan bantuan untuk para korban bencana gempa di Myanmar yang terjadi pada Jumat 28 Maret 2025 silam.

Rencananya, pemerintah bakal segera mengirim bantuan berupa tim SAR yang bakal langsung berangkat ke Myanmar pada hari ini atau Senin, 31 Maret 2025.

Hal itu merupakan bentuk solidaritas dan kemanusiaan atas para korban yang terdampak gempa dahsyat yang terasa hingga ke wilayah Thailand tersebut.

Baca Juga: KABAR BAIK! Pemerintah akan Cairkan Tunjangan Bagi Guru Non ASN pada Awal April 2025, Cek Besaran Setiap Penerimanya!

Kabar keberangkatan tim SAR dan bantuan logistik sudah dikonfirmasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.

"Besok sore (31/3) akan mulai ada tim yang berangkat, Selasa (1/4) pagi akan ada tim lagi yang berangkat, kemudian logistik yang lain juga akan segera disusulkan," kata Pratikno seperti dikutip Pojoksatu.id dari Antara.

Rencananya, tim SAR bakal segera diberangkatkan pada sore hari nanti yang kemudian akan disusul dengan bantuan lain baik pangan maupun kebutuhan sandang.

Baca Juga: Momentum Idul Fitri, Tri Adhianto Bakal Hibahkan 6 Bulan Gaji Untuk Al-Barkah

Berbagai instansi telah dilibatkan untuk menggalang upaya bantuan bagi para korban gempa Myanmar.

"Jadi, kita bersama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertanian, BNPB, TNI, Polri, Baznas, dan lembaga-lembaga lain sudah mengonsolidasikan bantuan untuk saudara-saudara kita di Myanmar," sambungnya.

Total bantuan yang bakal diberikan Indonesia kepada para korban gempa Myanmar diperkirakan senilai satu juta dollar AS atau sekitar 16,5 miliar rupiah.

Baca Juga: Dibayarkan pada 1 April 2025, Ternyata Gaji PPPK Lebih Banyak daripada PNS Lho, Cek Perbandingannya!

Tim SAR juga dikerahkan bukan hanya untuk menangani proses evakuasi namun juga kebutuhan dapur umum dan keperluan lain.

Bantuan sendiri bakal mulai diberangkatkan pada 1 April, sehari setelah tim SAR dikirim untuk membantu para korban.

Korban gempa Myanmar sendiri telah menembus angka ribuan dan diperkirakan bakal terus bertambah, bahkan diperkirakan bisa mencapai puluhan ribu orang menurut Survei Geologi Amerika Serikat.

Baca Juga: Kota Bandung Siapkan Pengamanan dan Infrastruktur Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran

Gempa Myanmar sendiri menjadi perhatian internasional mengingat skala gempa sebesar 7.7 skala richter tersebut merupakan yang paling dahsyat di Asia Tenggara abad ini. ***