POJOKSATU.ID - Kondisi hutan primer Indonesia kembali menjadi sorotan tajam setelah data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia kini berada di posisi kedua dunia dalam hal kehilangan hutan primer.

Peringkat ini menempatkan Indonesia tepat di bawah Brasil, dua negara yang ironisnya memiliki peran besar sebagai paru-paru dunia, namun justru menghadapi penyusutan kawasan hutannya dengan cepat.

Hutan primer merupakan hutan tua yang masih alami dan belum pernah mengalami gangguan serius.

Baca Juga: Tragis! Truk Rem Blong Picu Tabrakan Maut di Cikampek, Dua Nyawa Melayang di Lampu Merah

Ekosistem di dalamnya memiliki struktur kompleks yang hanya bisa terbentuk melalui proses ratusan hingga ribuan tahun.

Namun di berbagai wilayah, status primer itu perlahan berubah menjadi sekadar kenangan akibat alih fungsi lahan besar-besaran, perambahan, kebakaran hutan, hingga tekanan pembangunan ekonomi.

Dalam dua dekade terakhir, penurunan luas hutan primer Indonesia terlihat signifikan.

Baca Juga: Sekitar 2 Juta ASN BELUM PUNYA Akun Coretax, WAJIB TERDAFTAR hingga 31 Desember, Begini Cara Daftarnya, Pahami Risiko Jika TIDAK PUNYA AKUN Coretax

Meski beberapa tahun belakangan pemerintah melaporkan adanya tren penurunan tingkat deforestasi, catatan jangka panjang tetap memperlihatkan kerusakan yang tidak sedikit.

Para peneliti lingkungan mengingatkan bahwa pemulihan hutan primer hampir mustahil dilakukan.

Sekalipun dilakukan upaya reboisasi, hutan muda tidak dapat menggantikan fungsi ekologis hutan primer yang hilang.

Sejumlah lembaga konservasi menyebut bahwa dampak hilangnya hutan primer akan terasa dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Aktor Gary Iskak Saat Mengendarai Motor RX King, Kepala Terbentur Pohon Hingga Tak Sadarkan Diri

Satwa liar kehilangan habitat, menyebabkan banyak spesies kian terancam punah. Ketidakstabilan ekosistem juga berpengaruh pada perubahan iklim, yang kini semakin tidak menentu.

Dari musim kemarau panjang hingga hujan ekstrem, fenomena cuaca sulit ditebak menjadi salah satu konsekuensi deforestasi yang berkepanjangan.

Selain itu, generasi mendatang berisiko kehilangan kesempatan untuk melihat hutan tropis alami secara langsung.

Baca Juga: Sudah Lulus Substantif? Begini Langkah Resmi Menuju Wawancara PPG 2025

Jika kerusakan terus berlanjut, hutan-hutan yang dulu menjadi kekayaan alam Indonesia hanya akan tersisa dalam dokumentasi, foto, atau wallpaper komputer.

Tekanan terhadap kawasan hutan sering kali dipicu oleh ekspansi perkebunan, pembangunan infrastruktur, hingga proyek-proyek yang menuntut pembukaan lahan dalam skala luas.

Kebakaran hutan yang dipicu aktivitas manusia maupun kondisi iklim kering turut memperparah hilangnya tutupan pohon.

Baca Juga: Toko Bunga Papan Dekat Rumah Duka di Jakarta, EloraFlorist.com

Meski berbagai regulasi telah diterapkan, tantangan pengawasan di lapangan tetap besar.

Para pemerhati lingkungan berharap pemerintah memperkuat kebijakan perlindungan hutan primer, memperketat penegakan hukum, serta memastikan program restorasi berjalan secara berkelanjutan.

Langkah-langkah itu dianggap penting untuk mencegah kerusakan lebih besar sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem yang vital bagi kehidupan manusia.

Baca Juga: BREAKING! Pengumuman Seleksi Substantif PPG 29 November 2025! Peserta Bersiap Masuk Tahap Wawancara

Hutan primer bukan sekadar kawasan hijau yang perlu dilestarikan, melainkan fondasi penting bagi keberlanjutan lingkungan, sumber air, udara bersih, dan stabilitas iklim.

Kehilangannya bukan hanya masalah ekologis, tetapi juga ancaman nyata bagi generasi mendatang.***