POJOKSATU.id - Indonesia diperkirakan akan menjadi negara dengan pertumbuhan populasi orang super kaya atau Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) tercepat di dunia dalam lima tahun mendatang.

Proyeksi tersebut tertuang dalam The Wealth Report 2026 yang dirilis Knight Frank.

Dalam laporan tersebut, UHNWI didefinisikan sebagai individu yang memiliki kekayaan bersih di atas US$30 juta.

Knight Frank memperkirakan jumlah kelompok ini di Indonesia akan meningkat lebih dari 80 persen hingga tahun 2031.

Baca Juga: Alun-Alun Tarogong Garut Akan Ditata Jadi Ruang Hijau Modern, UMKM hingga Pentas Musik Disiapkan

Jika pada 2026 jumlah orang super kaya di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 3.866 orang, maka pada 2031 angkanya diproyeksikan melonjak menjadi 6.966 orang.

Laju pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia di posisi teratas dunia, mengungguli sejumlah negara seperti Arab Saudi, Polandia, Vietnam, hingga Australia.

Sementara itu, posisi berikutnya dalam daftar negara dengan pertumbuhan populasi UHNWI tercepat ditempati Swedia, Amerika Serikat, Rumania, Filipina, dan Singapura.

Baca Juga: Cara Membuat Wallpaper Generatif AI di HP Samsung Galaxy, Tampilan Layar Jadi Lebih Personal

Prediksi tersebut disusun Knight Frank melalui Wealth Sizing Model, yang menjadi bagian dari laporan tahunan mengenai perkembangan kekayaan global dan pasar properti premium.

Meski prospeknya terlihat menjanjikan, Knight Frank Indonesia menilai kondisi ekonomi nasional saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi.

Beberapa di antaranya adalah melemahnya daya beli masyarakat, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, risiko inflasi, serta ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi minat investasi.

Baca Juga: Sempat Ngerem, Kronologi Mobil Box Tabrak 5 Motor di Lampu Merah Unisma Bekasi, 1 Tewas 9 Luka-luka

"Namun dalam skenario optimistis, dengan adanya perbaikan dan strategi yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, pertumbuhan UHNWI masih berpotensi tetap positif dan bahkan mendekati proyeksi yang disampaikan," demikian analisis tersebut yang dikutip Senin 29 Juni 2026.

Laporan tersebut juga menyebut prospek pertumbuhan orang super kaya di Indonesia didukung sejumlah faktor, seperti melimpahnya sumber daya alam, pertumbuhan jumlah penduduk, proyeksi produk domestik bruto (PDB) yang tetap positif, serta pembangunan infrastruktur.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dapat dicapai secara bertahap melalui penguatan berbagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang tengah dijalankan pemerintah.

Baca Juga: Pemkab Garut Luncurkan MAKARTI Berbasis AI, Kelola Aset Daerah Lebih Transparan dan Mudah Diakses

"Ketika global gonjang ganjing aja kita masih bisa tumbuh 5,61 persen, ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan," kata Purbaya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu 28 Juni 2026.

Menurut Purbaya, pemerintah terus memperkuat peran berbagai lembaga di bawah Kementerian Keuangan, termasuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), untuk mendorong ekspor nasional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi bagi UMKM eksportir dengan bunga pinjaman yang kompetitif agar semakin banyak pelaku usaha mampu menembus pasar internasional.

Baca Juga: Viral Calon Manajer KDMP Diberi Pelatihan Senjata, Harusnya Dibekali Skill Manajemen Usaha

Ia menilai target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sesuatu yang mustahil selama kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil berjalan selaras.

Pemerintah juga terus memperkuat investasi, meningkatkan likuiditas, mendorong konsumsi masyarakat, serta mempercepat belanja negara sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Proyeksi meningkatnya jumlah orang super kaya memang menjadi salah satu indikator optimisme ekonomi.

Namun, tantangan terbesar tetap memastikan pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara lebih merata sehingga manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.***