POJOKSATU.id – Indonesia dan Kamboja kembali memperkuat kerja sama di sektor pertahanan.
Pertemuan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Kamboja Jenderal Tea Seiha memperkuat hubungan bilateral.
Kedua menteri bertemu di Penang, Malaysia, pada Rabu (26/2), bertepatan dengan pertemuan ADMM Retreat.
Menhan RI bahas pasukan khusus dan keamanan maritim.
"Kami bahas kerja sama pertahanan, khususnya pasukan khusus dan keamanan maritim," ujar Menhan RI via @kemhanri.
Kemhan RI menegaskan dukungan Indonesia bagi militer Kamboja sebagai komitmen stabilitas kawasan.
Menhan Sjafrie apresiasi partisipasi Kamboja di MNEK 2025 Bali.
"Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi Kamboja dalam MNEK 2025 di Bali," ungkapnya.
Semangat kebersamaan ini memperkuat solidaritas ASEAN menghadapi tantangan keamanan.
Baca Juga: Wajib Tahu! LINK MUDIK GRATIS 2025 dan Syarat Mudik Gratis BUMN Jasa Raharja!
Sejarah kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Kamboja telah berlangsung sejak tahun 1970.
Salah satu bentuk kerja sama yang pernah terjalin adalah pelatihan pasukan khusus Kamboja di Indonesia.
Batalyon Para-Komando Kamboja, yang dikenal sebagai pasukan khusus negara tersebut, telah berdiri sejak Maret 1972.
Tahun itu, 60 anggota batalyon dikirim ke Indonesia untuk pelatihan Para-Komando di Kopassus Batujajar.
Pelatihan sembilan bulan mencakup sniper, anti-teror, menyelam, panjat tebing, dan terjun payung.
Setelah menyelesaikan pelatihan di Indonesia, Batalyon Para-Komando Kamboja kembali ke Phnom Penh pada November 1972.
Pasukan khusus Kamboja mengadopsi baret merah dan loreng khas Kopassus sebagai penghormatan.
Pasukan khusus Kamboja masih memakai baret merah dan loreng mirip TNI AD.***



