POJOKSATU.id - Setiap peringatan Hari Pahlawan 10 November, sosok Bung Tomo adalah salah satu totok pahlawan nasional yang tidak bisa dipizahkan dari peristiwa besar di Surabaya.
Memperingati Hari Pahlawan adalah suatu hal bentuk rasa terimakasih kita kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang untuk mengusir Inggri di Surabaya, pemerintah menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.
Baca Juga: 10 Pahlawan Bangsa yang Jarang Dikenal, Dari Aceh Hingga Papua, Mana yang Belum Anda Ketahui?
Hal tersebut tertuang pada Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno.
Sehingga hari Pahlawan diperingati pada tanggal 10 November dan Kota Surabaya menjadi kenangan sebagai Kota Pahlawan.
Salah satu tokoh yang berperan besar untuk mengobarkan semangat perlawanan rakyat Surabaya dalam pertempuran ini yaitu Bung Tomo.
Baca Juga: Pertempuran Surabaya 10 November Bentuk Semangat Tak Padam Cikal Bakal Hari Pahlawan Nasional
Beliaulah yang menginspirasi melalui penyiaran Radio Pemberontakan milik Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI).
Terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu.
Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban pada masa itu membuat Kota Surabaya kemudian dikenang sebagai Kota Pahlawan.
Baca Juga: Titik Pulang
Bung Tomo lahir dengan nama Sutomo pada 3 Oktober 1920 adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang terkenal karena peranannya dalam memimpin perlawanan rakyat Surabaya.
Bung Tomo dikenal karena pidatonya yang berapi-api disiarkan melalui radio dan menjadi salah satu kekuatan dalam membangkitkan semangat perjuangan rakyat Surabaya.
Sebagai pemimpin dalam pertempuran yang tidak hanya memimpin secara langsung tetapi juga memainkan peran besar dalam memotivasi rakyat dengan penuh semangat patriotisme.
Pidatonya yang terkenal di antaranya adalah seruan "Merdeka atau mati!" yang menggugah perlawanan terhadap pasukan penjajah.
Bung Tomo wafat pada 7 Oktober 1981 namun semangat perjuangannya tetap dikenang melalui peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Hal yang mengingatkan kita akan keberanian dan pengorbanan besar para pejuang Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.***



