POJOKSATU.id, PADANG— Imbas peristiwa pilu yang menimpa Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyebut sedang menyiapkan sebuah Pergub.

Pergub ini untuk memaksimalkan peran perangkat nagari demi meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan atau demi keamanan nagari (desa).

“Kejadian yang menimpa Nia harus menjadi penanda bagi kita untuk meningkatkan kepedulian dalam bermasyarakat,” kata Mahyeldi saat berkunjung ke rumah Nia Kurnia Sari, Selasa (34/9/2024).

Menurut Mahyeldi, saat ini Pergub itu sedang mereka konsultasikan. Pergub ini untuk meningkatkan peran dan fungsi perangkat nagari dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di nagari masing-masing.

Baca Juga: Maafkan Dua Konten Kreator yang Membahas Dugaan Perselingkuhan dengan Salim Nauderer, Azizah Salsha Masih Laporkan 12 Akun Medsos

“Saat ini, Pergub sedang kita konsultasikan untuk memaksimalkan peran para perangkat nagari, demi meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak pada tempatnya di kemudian hari,” ujar Mahyeldi lagi.

Mahyeldi juga mengajak seluruh pihak agar menjadikan peristiwa pilu yang menimpa Nia sebagai pendorong untuk lebih bersatu dalam kehidupan bermasyarakat.

Gubernur Berikan Santunan

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerahkan santunan senilai Rp 42 juta serta kebutuhan pokok lainnya untuk keluarga Nia Kurnia Sari.

Baca Juga: Menteri Pemberdayaan Perempuan Tanggapi Kasus Nia Kurnia Sari, Semangat Nia akan Terus Hidup

Terdiri dari santunan pribadi Rp11 juta, Bank Nagari Rp15 juta, Baznas Sumbar Rp5 juta, Bapenda Sumbar Rp5 juta, dan santunan gabungan dari sejumlah OPD di lingkup Pemprov Sumbar senilai total Rp6 juta.

Gubernur juga akan memfasilitasi kebutuhan pendidikan dua adik almarhumah yang masih dalam usia sekolah.

Mahyeldi juga menyerahkan bantuan kebutuhan sehari-hari dari Dinas Sosial Sumbar, DP3AP2KB Sumbar, dan Biro Kesra Setdaprov Sumbar.

Santunan tersebut diberikan di rumah duka di Nagari Guguak, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (25/9). Santunan tersebut diterima ibunda almarhumah.

“Nia Insya Allah husnul khotimah dan berpulang dalam keadaan syahidah. Kita berharap keluarga yang ditinggalkan dapat senantiasa sabar dan tawakkal kepada Allah,” ujar Mahyeldi di kediaman Nia.

Baca Juga: Keluarga Duga Ada Pelaku Lain Bantu Indra Septiarman Bunuh Nia Kurnia Sari, Tempat Dikuburkan Sangat Jauh

Dalam kunjungan itu, Mahyeldi cukup lama berada di kediaman Nia, dan bercerita panjang lebar dengan keluarga tentang keseharian Nia semasa hidup.

“Dari cerita keluarga, kita dengar Nia dan adik-adiknya adalah anak-anak yang luar biasa. Gigih bekerja dan selalu berbagi tugas dalam keluarga, membantu meringankan beban sang Ibu,” katanya.

“Kita akan usahakan fasilitasi pendidikan untuk adiak-adik almarhumah, yaitu Mayang dan Kifli. Nanti kita bantu pendidikannya,” ujar Mahyeldi lagi.

Dia juga meminta seluruh pihak mempercayakan segenap proses hukum pada Kepolisian dan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Kita ingin proses hukum yang seadil-adilnya bagi pelaku. Kalau ada kemungkinan pelaku lain, agar segera juga diproses secara hukum. Kita ucapkan terima kasih dan kepercayaan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk memprosesnya,” ujar Mahyeldi lagi. ***