POJOKSATU.id, LAMPUNG- Ramai di media sosial TikToker @awbimaxreborn menyebut Lampung sebagai kota yang tidak maju-maju.
Tiktoker tersebut mengunggah postingan di Instagram story-nya yang berisi gambar yang di duga orang tuanya disertai caption “the police is coming to my mom’s office? Trying to extradite me? What?”.
Dari video berjudul "Alasan Lampung Enggak Maju-Maju" itu kini berujung laporan polisi yang ditujukan untuk kreator konten @awbimaxreborn dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Ya, dari Instagram story @awbimax, dijelaskan polisi datang kerumah pemuda tersebut untuk menemui orang tuanya.
Adapun maksud dan tujuan polisi mengunjungi rumahnya adalah guna profiling atau menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan @awbimax. Ia pun merasa direpotkan oleh pihak kepolisian atas penyidikan ini.
“Polisi kan dateng kerumah, minta ijazah gue, buat apa minta ijazah ngelamar kerja gue? Yang ngelapor siape yang repot siape,” ungkapnya dalam Instagram story @awbimax.
Ia juga menjelaskan jika ayahnya turut didatangi Bupati Lampung Timur dan polisi yang berasal dari kecamatannya untuk profiling.
Namun, ada hal yang menurutnya konyol dalam proses profiling ini, yakni kala ada pihak yang meminta data pribadi dari @awbimax ini di foto yang menurutnya hal itu dapat berbahaya jika disalah gunakan.
Setelah semua proses yang baru saja dilakukan, ternyata membuat ayah dari @awbimax ini menyerah dengan keadaan dan mengarahkan anaknya untuk tenang dan perlahan berhenti mengkritik Provinsi Lampung dikarenakan sang ayah memikirkan nasib kerjanya sebagai PNS yang masa jabatannya sebentar lagi berakhir.
“Gua disuruh berhenti kritik, bokap gue bilang gue kan bentar lagi pensiun nih 3 bulan lagi, lo tenangin dulu jangan marah marah, gue ga marah marah ya, emang gaya bicara gua begini, terus mau gue gimana? Mau gua baik baikin Lampung? bokap gue dibilang bupati dibilang salah mendidik anak bla bla,” ungkapnya dalam Instagram story @awbimax.
Tiktoker yang membuat Provinsi Lampung trending di berbagai platfom media sosal ini juga menegaskan bahwa ia merasa yang mengalami ancaman serius adalah orang tuanya dan ia diminta berhenti untuk mengkritik provinsi asalnya.
Ia juga turut membandingkan Indonesia dan Australia dalam kebebasan berbicara.
Dia menjelaskan bahwa posisinya sekarang sedang tidak siap untuk berbicara secara langsung dengan khalayak umum, terlabih sudah banyak warga Indonesia yang berada di wilayah kerjanya yang mengenali.
Puncak dari keluhan atau luapan hati dari tiktoker yang beberapa kali turut mengkritik isu sosial yang ada di Indonesia ini ialah keberadaannya di Australia yang sebenernya baik-baik saja.
Namun hal yang paling ditakutkan adalah orang tuanya yang sekarang berada di provinsi yang dia kritik. Diketahui dari story @awbimax, ayahnya sampai nangis dikarenakan diancam.
“Sebenernya tuh gua di sini baik-baik aja tapi gua takut orang tua gua loh, apalagi bokap gua. Dia kayak nangis gitu, bokap gua diancem. Nyokap gua tenang tenang aja karena kan dia bakul jagung doang. Masa kaya gini banget sih, gua cuma mau kritik doang loh kalau gua kritik baik-baik gak bakal dilirik banyak orang gak bakal ditonton belasan ribu orang,” ungkapnya sembari menangis di Instagram story @awbimax.
Untuk diketahui Bima sedang meminta perlindungan dari pemerintah Australia yang menurutnya negara liberal yang lebih open dengan kritikan dan tidak hanya mementingkan satu golongan.
Editor : Adhey



