POJOKSATU.ID - Dampak konflik Timur Tengah mulai dirasakan hingga ke daerah.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengambil langkah unik dengan mendorong aparatur sipil negara menggunakan sepeda ke kantor sebagai bentuk penghematan energi.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja’far, dalam apel bersama ASN, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Update Terbaru! Gaji PNS April 2026 Cair Awal Bulan, Ada Tambahan Penghasilan, Ini Lengkapnya

Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi global yang tidak menentu, terutama terkait lonjakan harga bahan bakar minyak.

Menurut Fauzan, konflik yang melibatkan kawasan Timur Tengah serta potensi gangguan di jalur strategis seperti Selat Hormuz berpengaruh terhadap harga minyak dunia. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada perekonomian nasional hingga daerah.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Bangkalan mulai mendorong gerakan hemat energi, salah satunya dengan penggunaan sepeda pancal bagi ASN.

Baca Juga: Bingung Gak Punya Kerjaan, Polisi dan Wartawan Gadungan Nyamar Jadi Polisi Betulan, Pura-pura Gerebek Endingnya Malah Dijebak Warga

Rencananya, kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap dan diatur melalui surat edaran resmi.

“Ini bagian dari upaya kita menghemat energi sekaligus menghadapi kondisi global yang tidak pasti,” ujar Fauzan.

Ia menjelaskan, penggunaan sepeda tidak hanya bertujuan mengurangi konsumsi BBM, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi para ASN.

Baca Juga: Batas 27 Maret! Kemendikdasmen Minta Usulan Formasi CPNS 2026, Hanya untuk Kebutuhan Prioritas Dengan Prinsip Zero Growth

Dengan bersepeda, diharapkan pegawai menjadi lebih bugar dan bersemangat dalam menjalankan tugas.

Kebijakan ini akan diterapkan pada hari-hari tertentu, terutama saat kegiatan apel bersama atau momen khusus di lingkungan pemerintahan daerah.

Meski demikian, Fauzan menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Ia memastikan kebijakan ini tidak akan mengganggu kinerja ASN dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Pelayanan publik harus tetap optimal, bahkan harus semakin baik,” tegasnya.

Baca Juga: Motif Pembunuhan Dokter Shanti Hastuti Diungkap Polisi, Tetangga Korban Ternyata yang Merampok

Langkah ini dinilai sebagai inovasi sederhana namun relevan di tengah tantangan global.

Selain efisiensi energi, kebijakan ini juga mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam membangun budaya kerja yang lebih ramah lingkungan.

Dengan situasi global yang terus berubah, berbagai daerah mulai dituntut untuk adaptif dalam menyusun strategi, termasuk dalam hal pengelolaan energi dan anggaran.***