POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus Kepala Desa (Kades) Kemdalkemlagi, Lamongan, Jawa Timur kian menarik perhatian publik.

Seperti diketahui, Kades Lamongan yang bernama Iwan Fanani itu viral lantaran telah melakukan tindak asusila dengan Ida Nur Hayati.

Yang mana, foto Ida Nur Hayati selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Kemdalkemlagi itu beredar luas dengan Iwan Fanani saat berada di dalam kamar.

Baca Juga: Daftar SD Swasta Terakreditasi A di Kota Medan, Ada Fasilitas Perpustakaan Hingga Lab

Bukan main, warga Kemdalkemlagi yang menyebarluaskan skandal tersebut sontak disomasi oleh kedua pelaku.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @cat.warrior.lamongan.

Dalam unggahannya, terpampang jelas sebuah obrolan dalam pesan singkat terkait perkara somasi tersebut.

Baca Juga: Referensi 8 SMA dan SMK Unggulan di Tangerang Berdasarkan Nilai Ujian, Ini Salah Satunya

Yang mana, para warga ternyata diancam untuk disomasi apabila ketahuan menyebarluaskan skandal Iwan dan Ida.

Tidak hanya itu, mereka juga disuruh paksa menuturkan permohonan maaf jika terlibat dalam penyebaran skandal tersebut.

“Parah min, para warga yang menyebarluaskan beritanya dikirim surat somasi dari advokatnya Iwan dan Ida,” jelas dalam obrolan.

Baca Juga: SPMB 2025: Ini Daftar SD Negeri di Kota Medan Terakreditasi A, Bisa Jadi Rujukan Orang Tua

“Disuruh minta maaf, kalau tidak minta maaf akan lanjut ke hukum katanya,” lanjut pengakuan salah satu warga.

Seperti diketahui, skandal yang menyeret oknum Kades dan Sekdes Kemdalkemlagi itu telah beredar luas di media sosial.

Terlebih, kabar tidak menyenangkan tersebut juga sudah menjadi gunjingan para warga setempat.

Baca Juga: Rahasia Sukses Google Menjadi Raksasa Teknologi Internet Dunia. Mendorong Inovasi Mengubah Dunia

Hal ini turut dikonfirmasi langsung oleh salah satu pemuda desa setempat yang enggan disebutkan namanya.

Yang mana, pemuda tersebut menyebutkan bahwa kabar terkait skandal Kades dan Sekdes Kendalkemlagi ini tengah jadi cibiran penduduk sekitar.

“Warung kopi penuh terus dari kemarin, bukan karena bola, tapi gara-gara Pak Kades,” tuturnya dari laporan unggahan.

Baca Juga: Terkait Ramai Isu Merger dan 'Dominasi Asing', Ini Pernyataan Resmi Grab Indonesia

“Desa kami kayak sinetron sekarang. Gak nyangka aja, pemimpin yang harusnya jadi panutan malah begini. Gak tahu malu,” lanjutnya. ***