POJOKSATU.ID- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono, menyusul gangguan layanan berulang yang dialami nasabah selama libur Idulfitri 1446 H/2025 M.

 Keputusan ini diumumkan pada hari Rabu, 9 April 2025, setelah kejadian serupa terjadi untuk ketiga kalinya.

Pramono menyatakan bahwa gangguan sistem teknologi informasi Bank DKI telah terjadi tiga kali dengan pola serupa, yakni kelalaian dalam pengelolaan dan pengamanan sistem TI. Akibatnya, terjadi kebocoran dana dari rekening Bank DKI di Bank BNI, meskipun dana nasabah tidak terdampak.

Baca Juga: Perang Dagang AS VS Cina, Bagaimana Langkah Pemerintah RI Hadapi Penerapan Tarif Trump?


“Karena kejadiannya sudah tiga kali, maka saya memutuskan. Yang pertama, semuanya dilaporkan ke Bareskrim. Yang kedua, diambil tindakan kepada Direktur IT.


“Karena sudah berulang kali, ini yang ketiga kali, dibebastugaskan,” tegas Pramono sebagaimana dilansir dari Berita Jakarta.


Jabatan Direktur IT kini dirangkap oleh Direktur Umum Bank DKI untuk sementara waktu.

Baca Juga: Penyanyi Legendaris Titiek Puspa Dikabarkan Meninggal Dunia, Begini Faktanya

 

 Langkah-langkah penanganan yang diambil oleh Gubernur DKI diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan

1. Pelaporan ke Bareskrim

Pramono telah melaporkan kasus ini ke Bareskrim untuk penyelidikan lebih lanjut.

 

2. Audit Internasional

Lembaga independen internasional ditunjuk untuk melakukan audit dan menelusuri aliran dana yang bocor.

 

3. Perombakan Sistem Keamanan

Seluruh kata sandi dan perangkat komputer di departemen terkait diganti, dengan personel baru yang ditunjuk oleh Direktur Utama Bank DKI.

Baca Juga: KEMENANGAN BERUNTUN, Prime Barca Kembali di Liga Champions, Dortmund JADI KORBAN Berikutnya, Begini Fakta Pertandingannya


Dampak pada Nasabah


Pramono menegaskan, dana nasabah tetap aman karena kebocoran hanya terjadi di rekening internal Bank DKI. Seluruh fasilitas transaksi telah dinormalkan sejak 8 April 2025.


"Sama sekali tidak ada dampaknya kepada nasabah. Karena yang diganggu itu adalah rekeningnya Bank DKI yang ada di Bank BNI," jelasnya.


Sebelumnya, pada Selasa, 8 April 2025, Pramono dan Wakil Gubernur Rano Karno mengadakan rapat khusus dengan arahan Bank DKI untuk memastikan keamanan sistem IT. Bank DKI juga telah melakukan pemeliharaan sistem e-channel sebagai langkah preventif.

Baca Juga: Trafik Data XL Axiata Meningkat Selama Libur Ramadan dan Lebaran 2025, Sumut Naik 23 Persen


Ironi Prestasi dan Penurunan Jabatan


Menariknya, Amirul Wicaksono sebelumnya baru saja meraih prestasi gemilang sebagai The Best CEO Kategori Bank Daerah dari media The Iconomics.

 

Penghargaan tersebut diberikan dalam gelaran 5th Anniversary Indonesia Best CEO Awards 2024 pada 21 Maret 2024.


Berdasarkan unggahan IG Bank DKI, pria yang sudah menjabat sejak 2023 itu termasuk dalam 50 CEO terbaik dari berbagai kategori BUMN, BUMD, dan swasta nasional/internasional.

Baca Juga: Resmi Berganti Nama, BBGP Jadi BBGTK: Apa Bedanya? Ini Perubahan Nomenklatur Lengkapnya


Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian ketat dengan kriteria:

1. Popularitas

2. Kompetensi

3. Kepribadian

4. Kepemimpinan dalam Krisis


Penghargaan tersebut juga didasarkan pada penelitian yang melibatkan 10.000 responden, dimana pemenang harus mencapai skor minimal 3,00 dari skala 4,00.


Prestasi ini sempat menjadi motivasi bagi seluruh insan Bank DKI untuk terus berkontribusi dalam kemajuan bank.


Namun, dalam kurun waktu kurang dari setahun, kinerjanya di bidang IT justru menuai kritik tajam dari Gubernur DKI akibat gagal mencegah gangguan berulang yang berakhir pada kebocoran dana. ***