POJOKSATU.id, JAKARTA—Imbas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyebabkan delapan bandara ditutup hingga Senin dinihari atau Minggu (6/9) tengah malam pukul 24.00 WIB.
Bandara itu antara lain Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung.
Kemudian Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.
Baca Juga: Bandara Soetta dan Halim Akhirnya Ditutup Sampai Senin Dinihari, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Disebabkan delapan bandara ditutup, Kemenhub membuka bandara alternatif di daerah lain yang bisa digunakan seperti Bandara Kertajati, Juanda, Bandara YIA Yogyakarta, Semarang dan Solo.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, penutupan delapan bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diperpanjang hingga 24.00 WIB.
"Kondisi debu yang tadi siang anginnya mengarah ke Barat, sekarang informasi dari BMKG anginnya mengarah ke Timur dengan kecepatan 5 knot pada level 15.000 feet,” kata Dudy dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).
“Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai 24.00 WIB," ujarnya lagi.
Baca Juga: Sanksi Kepsek SD dan Guru Intim di Ruangan Sekolah Tunggu Rekomendasi Plt Bupati Pekalongan
Dudy kembali menegaskan bahwa hak-hak penumpang yang terdampak akibat penutupan sementara bandara tetap harus dipenuhi oleh maskapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Maskapai wajib memberikan pelayanan dan penanganan kepada penumpang terdampak, termasuk informasi mengenai perubahan status penerbangan serta pilihan penanganan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dudy mengatakan, kepada airlines telah disediakan bandara alternatif antara lain Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Bandara YIA, serta bandara di Semarang dan Solo.
Bagi penumpang yang maskapainya memindahkan penerbangan ke bandara alternatif tersebut, akan disediakan transportasi alternatif melalui darat berupa bus dan kereta api.
"Transportasi alternatif gratis. Bandara mana yang mau digunakan, InJourney akan menyediakan, dengan berkoordinasi bersama Angkasa Pura dan airlines. Penumpang akan diinfo oleh airlines jika airlines mau take off landing di bandara alternatif," kata Dudy.***




