POJOKSATU.ID – Belum lama ini sikap tegas Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi tengah ramai disorot publik.

Yang mana, Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas dalam menangani kasus dugaan bullying siswa SMAN 6 Garut.

Seperti diketahui, Priya Nailuredha Thoriq (16) selaku siswa tersebut berakhir meninggal dunia usai bunuh diri dikarenakan depresi lantaran kerap kali dibully.

Baca Juga: BRI dan Liga Kompas Kirim Tim Remaja Indonesia ke Gothia Cup 2025 di Swedia

Oleh karena itu, Gubernur Jabar tersebut memberikan atensi khusus terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 6 Garut, Dadang Mulyadi dengan cara dinonaktifkan.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarbogor.jawapos.com pada Kamis (7/17/2025).

Dalam artikelnya, penonaktifan Kepsek SMAN 6 Garut itu dikonfirmasi langsung oleh Dedi Mulyadi.

Baca Juga: DAM Gelar The 29th Technical Skill Contest 2025, Ajang Adu Skill Teknisi dan Service Advisor Honda se-Jawa Barat

Yang mana, hal itu dilakukan Gubernur Jabar agar terjadinya transparansi dalam proses pendalaman investigasi.

Seperti diketahui, pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan bullying hingga berujung bunuh diri ini tengah ditindaklanjuti oleh Pemprov Jabar.

“Untuk mewujudkan seluruh rangkaian ini berlaku secara transparan maka kepala sekolahnya di nonaktifkan sementara sampai pemeriksaan selesai,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Dikerubungi Emak-Emak di Garut saat Hadiri Pernikahan Anak Gubernur Dedi Mulyadi

Seperti diketahui sebelumnya, Dadang sempat memberikan tanggapan terkait dugaan bullying di sekolah yang dipimpinnya.

Menurutnya, tudingan bahwa adanya Priya meninggal dunia karena depresi lantaran sering dibully itu tidak benar adanya.

Sebab, korban disebut Kepsek SMAN 6 Garut tersebut menyebutkan bahwa pemicu siswanya melakukan aksi bunuh diri tidak lain terkait permasalahan nilai akademik.

Baca Juga: Bayangan pada Panel Surya dan Cara Mencegahnya

“Sebenarnya ini bermula karena yang bersangkutan tidak naik kelas. Disebabkan ada 7 nilai mata pelajaran itu tidak tuntas,” terangnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov