POJOKSATU.ID - Imam Bukhari, salah satu ahli hadis yang terkenal bersama beberapa imam lainnya. Imam Bukhari berasal dari Uzbekistan, dan berkiprah di bidang hadis sejak usia remaja.

Bahkan, buku-buku fikih dan hadis karyanya diakui memiliki derajat yang paling tinggi dibanding yang lainnya. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Shahih Bukhari, kitab koleksi hadis yang ia susun selama 16 tahun.

Oleh sebab itu, Imam Bukhari dijuluki sebagai Amirul Mukminin fil Hadits atau pemimpin orang-orang yang beriman dalam hal ilmu hadis.

Nama lengkap Imam Al-Bukhari adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari. Ia lahir di Bukhara, Uzbekistan, pada 20 Juli 810 Masehi.

Tidak lama setelah lahir, ia harus kehilangan penglihatan. Beruntung, berkat doa sang ibu dan izin dari Allah, ia sembuh dari kebutaan.

Ayahnya, Ismail bin Ibrahim adalah seorang ulama yang juga murid Imam Malik bin Anas, sejak kecil ia mendidik Bukhari untuk selalu taat beragama. Ayahnya dikenal sebagai orang yang sangat berhati-hati, terutama dalam hal yang bersifat tidak pasti hukumnya, terlebih lagi yang haram.

Sang ayah wafat saat Bukhari masih kecil, hingga akhirnya ia menimba ilmu dengan berguru kepada ulama ahli hadis terkenal di Bukhara, Syekh Ad-Dakhili.

Bukhari mulai belajar ilmu hadis pada usia 11 tahun. Bahkan, saat masih anak-anak, Bukhari telah menghafal karya-karyanya Abdullah bin al-Mubarak.

Pada usianya yang ke-16 tahun Bukhari telah mengumpulkan hadis, saat itu ia pergi ke Mekkah dan Madinah untuk memperdalam ilmu hadisnya.

Setelah ayahnya wafat, ia selalu bepergian dengan sang ibu. Dua tahun kemudian, Bukhari berhasil menerbitkan kitab hadis pertamanya yang bertajuk Kazaya Shahabah wa Tabi'in.

Selama bertahun-tahun berikutnya, Bukhari menghabiskan waktu untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para periwayat hadis, mengumpulkan, dan memilih hadis-hadisnya.

Seperti diketahui, hal luar biasa yang dilakukan Imam Bukhari untuk mendapatkan keterangan yang lengkap tentang suatu hadis dan orang yang meriwayatkannya adalah dengan bertemu langsung.

Beberapa kota yang ia singgahi adalah Bashrah, Mesir, Hijaz, Kufah, Baghdad, hingga Asia Barat.

Di Baghdad, Bukhari bertemu dan berdiskusi dengan seorang ulama besar, yaitu Ahmad bin Hanbal atau Imam Hambali.

Sementara di kota-kota lain, ia bertemu dengan sebanyak 80.000 periwayat hadis dan berhasil mengumpulkan serta menghafal ratusan ribu hadis.

Setelah melakukan perjalanan selama hampir 16 tahun, Imam Bukhari kembali ke kampung halamannya di Bukhara. Di sana, ia melakukan seleksi terhadap hadis-hadis yang didapatkan dari para priwayat atau perawi hadis.

Pada akhirnya, setelah melakukan seleksi dengan sangat ketat, Bukhari menuangkan sebanyak 7.275 hadis ke dalam karya monumentalnya bertajuk Al Jami'al-Shahih atau dikenal dengan Shahih Bukhari.

Kitab tersebut menjadi koleksi hadis yang dianggap memiliki kualitas terbaik dan autentik oleh kalangan Muslim Sunni. Selain Shahih Bukhari, karya terkenal Imam Bukhari lainnya adalah Al-Adab al-Mufrad.

Tah hanya itu, Imam Bukhari memiliki beberapa karomah, antara lain:
1. Memiliki ingatan yang sangat tajam dan kuat, terbukti beliau mampu menghafal hadits dengan jumlah yang sangat banyak.

2. Mendapat kiriman salam oleh Rasulullah SAW, terdapat suatu riwayat yang menceritakan bahwa ketika Imam Farbari hendak mendatangi Imam Bukhari untuk menuntut ilmu, beliau bermimpi didatangi Rasulullah SAW dan beliau menitipkan salam untuk Imam Bukhari.

3. Hafal jutaan hadits beserta sanadnya (riwayat), yang susah untuk dibayangkan saat ini.

Kemudian pada tahun 864 Masehi, Imam Bukhari pergi ke Nisyapur di Iran. Kedatangannya disambut dengan sangat baik dan meriah oleh masyarakat.

Namun, karena masalah politik, ia terpaksa pindah ke Khartank, sebuah desa dekat Samarkand. Imam Bukhari tinggal di tempat tersebut hingga menghembuskan nafas terakhirnya pada 870 Masehi, di usia 62 tahun.

Makam Imam Bukhari terletak di dalam Kompleks Imam al-Bukhari, di Desa Hartang, 25 kilometer dari Samarkand.

Penulis : Ninda
Editor : Kartika