POJOKSATU.id, JAKARTA-- Anak Pedangdut Machica Mochtar, Muhammad Iqbal Ramadhan, luka-luka patah hidung saat ikut demo di DPR mengawal putusan MK (Mahkamah Konstitusi).

Iqbal Ramadhan saat ini menjabat Asisten LBH Jakarta termasuk salah satu pendemo yang ditangkap polisi imbas demo menolak revisi UU Pilkada di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8).

Selain Iqbal Ramadhan, Direktur Lokataru Delperdo Marhaen, ikut ditangkap polisi. Ada ratusan orang yang ditangkap akibat demo tersebut.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) juga menemukan 39 orang ditangkap menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Barat dan Polsek Tanjung Duren.

Baca Juga: Kritisi dan Pertanyakan Nasionalisme Pendemo Tolak RUU Pilkada, Cita Citata Tuai Kontroversi

YLBHI melalui Wakil Ketua Arif Maulana dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (23/08) menerangkan, dari total pengaduan yang diterima call center Tim Advokasi Untuk Demokrasi, sampai dengan jam 11.00 WIB, Jumat, sudah mencapai 51 pengaduan.

Mereka juga mendapatkan laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ada sebanyak 105 orang, termasuk di antaranya anak, diproses di Polres Jakarta Barat dan Polsek Tanjung Duren.

Namun, data ini belum terkonfirmasi karena belum ada penjelasan dari pihak kepolisian.

YLBHI menduga Delpedro dianiaya saat demo dan ditangkap polisi.

Baca Juga: Seleksi PPPK Guru 2024, Ini Empat Kriteria Pelamar Seperti Diatur dalam Kepmen PANRB

Sementara Hariz Azhar, pendiri Lokataru membenarkan informasi penangkapan Delpedro. Dia menyampaikan informasi tersebut melalui melalui Instagram Lokataru Foundation.

Iqbal Anak Pedangdut Machica Mochtar

Pedangdut Machica Mochtar (54) mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat (23/8) sore.

Dia ingin menemui putranya, Muhammad Iqbal Ramadhan yang ditangkap di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/8)

Muhammad Iqbal Ramadhan sekaligus merupakan Asisten LBH Jakarta.

"Saya Machica Mochtar lagi mau jemput anak saya, Muhammad Iqbal Ramadhan. Katanya ditahan di sini, di Polda Metro, di Reskrimum, jadi, hari ini saya hadir untuk menjemput anak saya dan membawa ke rumah sakit," ujar Machica Mochtar.

Dia juga berencana membawa putranya ke rumah sakit lantaran diduga hidung Iqbal mengalami patah.

"Hidungnya patah, jadi harus berobat. Mau visum dulu," kata Mochica Mochtar.

Adapun dia mendapat kabar Iqbal ditangkap dari teman-teman sang anak. Dia sendiri mengaku tak bisa menghubungi putranya seusai mengikuti demo di depan Gedung DPR RI.***