POJOKSATU.id, JAKARTA-- Banyak kisah menarik antara Presiden Soeharto bersama para pengawalnya atau Paspampres. Salah satunya soal ikan goreng kesukaan Pak Harto yang dihabiskan pengawal.

Ikan goreng kesukaan Pak Harto yang dihabiskan Paspampres ini diceritakan mantan ajudan Pak Harto yaitu Jenderal Polisi (Purn) Kunarto.

Sebagai mantan ajudan Pak Harto, Kunarto pernah menjabat Kapolri periode 1991-1993.

Sewaktu berpangkat perwira menengah, Kunarto pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto.

Kisah ikan goreng dimakan Paspampres ini bermula ketika Presiden Soeharto dan Ibu Negara menghadiri acara di Padang, Sumatera Barat.

Dalam jamuan makan malam, ada menu ikan bilih. Semacam ikan kecil yang hanya bisa diperoleh di Danau Singkarak.

Soeharto ternyata sangat menyukai ikan goreng tersebut. Wader atau ikan kecil yang digoreng memang makanan kesukaan Soeharto.

Kunarto segera membungkus Ikan Bilih itu untuk dibawa ke Jakarta. Ikan yang sudah dibungkus diserahkannya kepada seorang pengawal.

Kunarto tahu Pak Harto biasa ngemil wader goreng di sore hari.

Benar saja saat di Cendana atau kediamaan pribadi Pak Harto di Jakarta, Pak Harto mencari Kunarto.

Pertanyaan Pak Harto singkat :

“Wader Yang Kemarin Mana?”

"Aneh," pikir Kunarto. Ikan itu sudah diserahkannya pada pengawal, tapi kenapa malah tidak disajikan.

Kunarto pun segera mencari pengawal presiden atau Paspampres.

Kunarto menanyai pengawal itu. Awalnya dia diam saja. Akhirnya setelah didesak, Paspampres tersebut mengaku sudah memakan habis ikan yang kemarin dibungkus.

Waduh, Kunarto kebingungan. Bagaimana ini?

"Saya pun membawanya ke depan Pak Harto, agar dia bilang sendiri," kata mantan Kapolri itu.

Dengan tegang keduanya menghadap Soeharto. Namun melihat mereka tegang, Soeharto malah tersenyum geli.

"Enak yo wadernya?" canda Pak Harto.

"Iya Pak. Enak sekali," jawab pengawal itu malu-malu.

Mendengar jawaban itu, Ibu Tien malah ikut bercanda.

"Yang dimakan ikan wadernya presiden, ya pasti enak tho?" kata Bu Tien jenaka.

Suasana tegang berubah menjadi penuh tawa. Kunarto dan pengawal itu lega Pak Harto dan Bu Tien tak marah.

Demikian kisah unik ini ditulis Jenderal Polisi (Purn) Kunarto dalam buku Pak Harto The Untold Stories.

Sebagai mantan ajudan presiden, karir Kunarto di kepolisian pun terbilang moncer.

Jenderal Kunarto menjadi Kapolri tahun 1991-1993. Pengalaman menjadi ajudan Soeharto sangat berkesan untuknya.

Jenderal Polisi (Purn) Kunarto lahir pada 8 Juni 1940 dan meninggal pada 28 September 2011.

Kunarto menjabat Kapolri periode 1991-1993. Ia masuk pendidikan polisi, PTIK angkatan IX pada tahun 1961. (ikror/pojoksatu)