POJOKSATU.id, JAKARTA—Pernyataan kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, yang menyebut negara Indonesia akan chaos bila ijazah Jokowi ditunjukkan ke publik, ditanggapi Buni Yani.
Menurut Buni Yani, pernyataan Yakup Hasibuan ini berlebihan dan juga tidak masuk akal. Peneliti media dan politik ini menanggapi pernyataan Yakup di laman media sosialnya.
"Pernyataan kuasa hukum Jokowi bahwa negara akan chaos bila ijazah Jokowi ditunjukkan tidak saja berlebihan tetapi juga tidak masuk akal," kata Buni Yani dikutip dari akun Facebook, Selasa (17/6/2025).
Buni Yani menegaskan, NKRI akan baik-baik saja bila ijazah Jokowi asli serta diperoleh dengan cara yang benar dan tidak melawan hukum.
"Tetapi negara memang akan chaos bila setelah ditunjukkan ternyata ijazah Jokowi palsu, tidak diperoleh dengan cara yang sah, dan melawan hukum," kata Buni Yani.
Karena kepalsuan ijazah Jokowi, kata Buni Yani, berpotensi berdampak besar sekali, baik secara etis, politis, maupun ketatanegaraan.
Menurut Buni Yani, apa pun konsekuensinya, ijazah Jokowi harus ditelusuri kebenarannya.
“Bangsa ini tidak akan pernah belajar bila tidak berani menghadapi risiko," kata Buni Yani.
Sebelumnya, Yakup Hasibuan, mengungkapkan alasan enggan menunjukkan ijazah asli kliennya ke publik ataub pihak yang menuduh ijazah palsu.
Menurutnya, hal itu dapat menimbulkan kekacauan dan menjadi preseden buruk.
"Saya sudah sampaikan sebelumnya, kalau sampai ditunjukkan ini akan meng-create chaos dan preseden yang sangat buruk," kata Yakup dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Minggu 15 Juni 2025.
"Bayangkan semua yang dituduh, dipaksa untuk menunjukkan ijazahnya. Ini bisa terjadi kepada siapapun, kepada kepala daerah manapun, kepada anggota DPR manapun, kepada masyarakat sipil manapun,” katanya.
“Bayangkan kalau itu terjadi, kan negara ini chaos," sambung Yakup Hasibuan.***




